Karantina Banjar Dilaksanakan di Desa Kaliakah, Wabup Kembang Turun Pantau Situasi

Wabup Made Kembang Hartawan turun langsung melakukan pemantauan karantina banjar di Banjar Munduk, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara

Jembrana, LenteraEsai.id – Wakil Bupati Jembrana Made Kembang Hartawan turun langsung melakukan pemantauan terhadap situasi dan pelaksanaan karantina masyarakat yang bermukim di Banjar Munduk, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Jumat (3/7/2020).

Mengawali giat karantina itu juga dilangsungkan rapid test massal yang diikuti seluruh warga di Banjar Munduk yang jumlahnya sebanyakl 990 orang atau 289 KK. Rapid test dipusatkan di empat balai tempek dengan melibatkan petugas kesehatan dari dinas kesehatan maupun tenaga puskesmas se-Jembrana.

Bacaan Lainnya

Karantina banjar itu dilakukan setelah opsi tersebut disepakati oleh pihak desa maupun Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana, sebagai upaya pencegahan terhadap meluasnya klaster penyebaran virus usai enam warga (asal Kaliakah dan Berangbang ) dinyatakan terinfeksi Covid-19 dari salah satu warga positif asal Denpasar, yang sempat pulang kampung ke Kaliakah.

Kedatangan Kembang Hartawan ke Banjar Munduk untuk memastikan berbagai protokol kesehatan dalam penanganan Covid-19 berjalan dengan baik. “Hari ini digelar rapid test massal tahap satu sebagai screening awal bagi masyarakat di Banjar Munduk. Selain itu, jika selama masa karantina nanti ada masyarakat mengalami gejala-gejala klinis seperti demam, batuk, dan pilek, agar segara melaporkan diri. Dari tim medis akan melakukan penjemputan,” kata Kembang Hartawan.

Kembang yang juga Wakil Ketua Gugus Tugas Jembrana berharap seluruh masyarakat Banjar Munduk mematuhi semua proses karantina dengan disiplin. Aturan karantina yang tidak memperbolehkan aktivitas di luar rumah, harus ditaati. Warga hanya diizinkan keluar saat pengambilan rapid test saja. Sedangkan berbagai kebutuhan logistik warga akan dipenuhi pihak gugus tugas dengan cara diantarkan ke rumah masing-masing.

“Saya berharap warga yang dikarantina benar-benar dapat menerapkan protokol kesehatan secara ketat selama masa karantina. Jangan sampai keluar rumah, sehingga proses karantina wilayah dapat berjalan baik dan tidak ada lagi penambahan kasus positif,” harapnya.

Terkait penyaluran logistik, kata Wabup Kembang, mulai Sabtu (4/7) akan disalurkan selama 14 hari ke depan. Teknisnya per-KK akan mendapat logistik dengan jumlah kebutuhan yang sudah dihitung. Penyalurannya nanti tetap mengikuti protokol kesehatan guna menghindari kontak langsung, dan tetap menjaga jarak.

Tidak lupa, Wabup Kembang tetap mengajak seluruh masyarakat tidak hanya yang wilayahnya terdapat karantina banjar, namun juga berlaku untuk seluruh warga Jembrana untuk semakin peduli dan memperketat dalam menjalankan protocol kesehatan. “Untuk warga masyarakat silahkan menjalankan aktivitas seperti biasa, di luar wilayah karantina, namun tetap waspada dengan menjalankan protokol kesehatan,” imbuhnya.

Perbekel Desa Kaliakah I Made Bagiarta menambahkan, keseluruhan warga Banjar Munduk sebanyak 990 orang. Namun dari jumlah tersebut tidak semua ada di rumah, sebagian warga ada yang bekerja di Denpasar dan beberapa daerah lainnya, termasuk di luar Bali. Sehingga tidak seluruh warga menjalani rapid test. “Bagi warga yang belum menjalani rapid test, akan dilayani jika sudah siap,” ujarnya.

Sementara itu, Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana I Gusti Agung Putu Arisantha mengatakan, rapid test massal di Banjar Munduk diikuti sebanyak 752 orang. Setelah melakukan rapid test massal tersebut, warga Banjar Munduk menjalani karantina selama 14 hari.

“Karantina banjar dilakukan karena terdapat transmisi lokal sebanyak lima orang dalam satu banjar, dari total enam transmisi lokal dari pasien positif Covid-19 asal Denpasar,” ujarnya.

Dari 752 orang yang menjalani rapid test, sebanyak enam orang hasilnya reaktif. Enam orang yang hasil rapid test reaktif menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing, sesuai dengan pedoman dari Kementerian Kesehatan mengenai penanganan Covid-19.

Warga Banjar Munduk yang belum menjalani rapid test, akan dilakukan rapid test massal susulan di balai banjar. Warga yang belum menjalani rapid test, sebagian besar bekerja di luar desa dan di luar Jembrana, ucapnya.

“Rapid test akan dilakukan sekali lagi untuk menyasar warga yang belum rapid test,” katanya, menjelaskan.  (LE-JB1)

Pos terkait