Viral, Kemunculan Patung Menyerupai Nyi Roro Kidul Diduga Perbuatan Iseng

Patung yang menyerupai sosok Nyi Roro Kidul, ditemukan di Pantai Water Blow, Nusa Dua, Bali (Foto istimewa)

Badung, LenteraEsai.id – Sebuah patung yang menyerupai sosok Nyi Roro Kidul sempat membuat heboh masyarakat dan viral di media sosial. Patung itu dikabarkan tiba-tiba muncul di Pantai Water Blow, kawasan ITDC Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali.

Namun demikian, pihak kepolisian yang melakukan penyelidikan menduka kuat kalau keberadaan patung tersebut akibat perbuatan orang iseng yang begitu saja menaruh barang itu di atas batu karang di pinggir Pantai Water Blow, di dekat jurang.

Bacaan Lainnya

Kapolsek Kuta Selatan AKP Yusak Agustinus ketika dihubungi wartawan, Senin (25/5/2020) mengatakan, sejauh ini tidak ditemukan petunjuk kalau patung tersebut merupakan sesuatu yang bersifat gaib, atau ada kaitannya dengan nelayan yang hilang setelah perahunya terbalik diterjang ombak pertengahan pekan lalu.

“Tidak, tidak ada kaitan dengan nelayan hilang, atau masalah gaib yang kini banyak diperbincangkan orang di media sosial,” katanya dengan menegaskan bahwa kuat dugaan patung yang menyerupai Nyi Roro Kidul tersebut ditaruh orang yang hanya sekedar iseng.

Patung pertama kali ditemukan warga pada hari Minggu (24/5/2020)  sekitar pukul 16.00 Wita. Informasi yang didapat dari petugas security kawasan BTDC bahwa patung yang berada di atas batu karang itu menyerupai gambaran Nyi Roro Kidul, sang Ratu Pantai Selatan.

Patung berwarna dan berbusana serba hijau dengan ukuran tinggi sekitar 30 sentimeter dengan bagian rambut dikuncung ke atas kepala.

Kapolsek Kuta Selatan menyebutkan, penemuan patung itu berawal dari tiga security kawasan BTDC bersama Babinsa Kelurahan Benoa yang melakukan patroli keamanan di area Pantai Water Blow, sekaligus mengecek keberadaan korban peristiwa jukung terbalik yang terjadi pekan lalu.

Sambil memantau keberadaan korban jukung yang tenggelam disapu gelombang, secara tidak sengaja salah seorang petugas keamanan melihat adanya sebuah benda yang berada di atas batu karang. Setelah dilakukan pengecekan dengan kamera dan dizoom, dipastikan bahwa benda itu merupakan sebuah patung dengan ciri-ciri berwujud Nyi Roro Kidul.

Kapolsek mengatakan, dari temuan patung tersebut, sampai saat ini masih belum diketahui siapa yang menaruh atau memajang patung tersebut. Ada kemungkinan, keberadaan patung tersebut ditaruh oleh seseorang dikarenakan area Pantai Waterblow masih dikunjungi warga yang datang untuk memancing atau menangkapi ikan.

“Berdasarkan informasi dari security kawasan bahwa pihaknya tidak mengetahui sejak kapan patung tersebut sudah berada di sana dan apa motif serta tujuannya juga belum diketahui,” ucap AKP Yusak sembari menambahkan bahwa pihaknya kini masih terus melakukan penyelidikan guna mengetahui duduk persoalan yang sebenarnya.

Terkait orang hilang, Subsatgas Polair Polda Bali yang tergabung dalam Operasi Ketupat Agung 2020 kembali terjun melakukan penyisiran di kawasan Pantai Water Blow dan perairan Nusa Dua untuk mencari korban perahu nelayan yang terbalik setelah disapu gelombang besar.

Subsatgas Polair di bawah pimpinan Ipda Ketut Damar langsung bergabung dengan unsur TNI AL dan Basarnas yang bergiat melakukan upaya penyisiran guna menemukan korban.

Peristiwa tenggelamnya sebuah perahu nelayan berawal dari korban I Made Arnawan (32), penduduk Jalan Lingkar Kampus Unud Jimbaran, Kabupaten Badung yang berangkat melaut pada hari Rabu (20-5-2020) lalu sekitar pukul 05.30 Wita untuk tujuan menangkap ikan.

Seperti biasa, korban mulai mengayuh perahunya dari Pantai Tanjung Benoa bergerak ke arah Pantai Water Blow di kawasan perairan laut Nusa Dua. Menjelang sore hari sekitar pukul 14.15 Wita, korban sempat menginformasikan kepada ke temannya melalui telepon bahwa perahu yang dikemudikannya terbalik diterjang ombak besar di perairan Nusa Dua.

Belum banyak informasi yang dapat disampaikan, sambungan telepon tiba-tiba terputus. Karena terputus, teman korban yang bernama I Wayan Rajat Gunawan, asal Tanjung Benoa, mencoba menelpon korban dengan maksud menanyakan kondisi dan posisi korban yang lebih detail, namun sayang HP korban sudah tidak bisa dihubungi lagi.

Rajat Gunawan langsung melaporkan kejadian tersebut ke petugas Polair Pos Tanjung Benoa yang langsung berkoordinasi dengan Basarnas dan TNI AL guna melakukan upaya pencarian di sepanjang pantai kawasan perairan Nusa Dua.

Ipda Ketut Damar mengatakan, karena faktor cuaca yang sejak beberapa hari ini sangat ekstrem dibarengi dengan hujan dan angin kencang yang menyebabkan timbulnya gelombang sangat besar, telah membuat upaya percarian oleh tim SAR gabungan cukup mengalami kendala di lapangan.

“Sampai saat ini kami dari Subsatgas Polair Ops Ketupat Agung yang bergabung dengan TNI AL dan Basarnas, masih terus melakukan upaya pencarian. Kami juga selalu berkoordinasi dengan pihak keluarga dan tidak lupa panjatkan doa kepada Tuhan agar korban secepatnya dapat kami temukan,” ujar Ketut Damar, menjelaskan. (LE-ND)

Pos terkait