Mangupura, LenteraEsai.id – Kegiatan Ketua DPRD Badung I Putu Parwatha pada Senin, 6 Pebruari 2023 tergolong padat. Pagi-pagi sekitar pukul 09.30 Wita menerima audiensi lima orang tokoh Banjar Adat Untal-Untal, Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung di ruang kerjanya.
Mereka terdiri atas Kelian Banjar Adat Untal-Untal I Made Putra Suarna, Jero Mangku I Putu Gunawan, ditambah krama Banjar Untal-Untal dan pengempon Pura Dalem Kebon Dalung. Semuanya mengenakan pakaian adat ringan.
Audensi sejumlah tokoh-Banjar Adat Untal-Untal itu terkait akan dilaksanakan piodalan di Pura Dalem Kebon Dalung dan juga perbaikan sejumlah pelinggih (bangunan suci). Para tokoh menyampaikan secara bergantian maksud dan tujuannya bertemu Ketua DPRD Badung.
Ketua DPRD Badung, Putu Parwatha yang juga merupakan warga Banjar Untal-Untal Dalung, menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan ritual dan perbaikan pelinggih yang akan dilaksanakan. Dan menyarankan tokoh -tokoh yang hadir berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan Badung. “Saya mabelapati (mem-back up) kegiatan yang dilakukan krama Banjar Adat Untal-Untal,” ujar Parwatha memakai Bahasa Bali alus.
Diingatkan Parwatha bahwa pengajuan anggaran aci dan pembangunan fisik itu harus dipilah-pilah. Semua disertai pengajuan profosal, sehingga pengeluran anggaran bisa dipertanggungjawabkan.
Di antara tokoh Banjar Untal-Untal ada menyampaikan tentang pengelolaan sampah. Keinginannya pengelolaan sampah dikembalikan pada sistem banjar.
Dari usulan itu, Parwatha menanggapi dan memberi arahan, supaya pengelolaan sampah dikoordinasikan dengan pemerintah Desa Dalung. Supaya terintegrasi. Sehingga wilayah Desa Dalung tetap bersih dan nyaman.
“Kalau ada ide-ide program pengelolaan sampah dari banjar-banjar, koordinasikan dengan pemerintah desa,” kata Parwatha, menyampaikan. (LE/Ima)






