Ditemukan Meninggal Dunia, Buruh Bangunan Terjatuh ke Sumur Sedalam 20 Meter

Proses evakuasi korban yang terjatuh ke sumur sedalam 20 meter oleh tim SAR Gabungan. (Foto: Dok Humas Basarnas)

Badung, LenteraEsai.id – Tim SAR gabungan mengevakuasi sesosok jenazah dari sebuah sumur galian sedalam 20 meter di wilayah Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali pada Kamis (25/8) sore.

Sumur tersebut berada di dalam bangunan yang sedang dalam renovasi. “Kecurigaan muncul ketika sumur yang biasanya tertutup, sore itu terlihat terbuka,” ungkap Gede Darmada SE MAP selaku Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali).

Bacaan Lainnya

Info awal diterima Basarnas Bali pada Kamis sore pukul 16.40 Wita dari petugas pada Polsek Kuta Selatan, sehingga 18 personel langsung diluncurkan menuju lokasi kejadian di wilayah Nusa Dua. Dikarenakan tidak adanya saksi mata, maka seorang personel diturunkan dengan tali untuk mengecek kondisi di dalam sumur, sekaligus menyingkirkan puing-puing yang menghalangi upaya evakuasi.

“Kami menurunkan seorang rescue untuk memastikan kebenaran adanya seseorang di dalam sumur, karena pandangan mata dari atas tidak dapat melihat kondisi yang sebenarnya di kedalaman sumur yang mencapai 20 meter,” ucapnya.

Setelah dilakukan observasi, di dasar sumur memang terlihat ada sesosok tubuh manusia yang harus dilakukan tindakan evakuasi. “Setelah itu kami turunkan lagi seorang rescuer untuk melakukan evakuasi,” kata Kasi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Bali AA Alit Supartana yang langsung memimpin proses evakuasi di lokasi kejadian.

Akhirnya pada pukul 17.30 Wita, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi korban dalam keadaan sudah meninggal dunia. Selanjutnya jenazah korban dibawa menuju RSUP Sanglah dengan menggunakan ambulance milik AL Ikhlas Nusa Dua guna mendapatkan visum dokter mengenai sebab-sebab kematiannya.

Dari hasil penyelidikan petugas kepolisian yang juga turun ke tempat kejadian, korban diketahui bernama M Saiful Efendi (40), warga asal Kraksaan Probolinggo, Jawa Timur yang kesehariannya bekerja sebagai buruh bangunan di kawasan Nusa Dua, Bali.

Sejauh ini, petugas belum dapat memastikan penyebab terjatuhkan korban M Saiful Efendi ke dalam sumur hingga ia kemudian ditemukan telah meninggal dunia, karena masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh petugas kepolisian di lapangan.

Selama proses evakuasi berlangsung turut melibatkan unsur SAR yang tidak hanya dari Basarnas Bali, tetapi juga Polsek Kuta Selatan dan Babinsa Benoa.  (LE-BD) 

Pos terkait