Denpasar, LenteraEsai.id – Belakangan ini terjadi peningkatan yang cukup tinggi atas kasus penularan Covid-19 di Denpasar sebagai ibu kota Provinsi Bali.
Sehubungan dengan itu, pelaksanaan Upacara Melasti dan Pawai Ogoh- ogoh serangkaian Nyepi Caka 1944 Tahun 2022 di Kota Denpasar menunggu hasil evaluasi PPKM.
Demikian terungkap saat pelaksanaan rapat koordinasi Majelis Desa Adat (MDA) Kota Denpasar dengan Bendesa Adat, Pesikian Yowana dan Pesikian Pecalang Kota Denpasar serangkaian Hari Raya Suci Nyepi, di Kantor Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Selasa (8/2).
Rapat dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Denpasar Ida Bagus Alit Wiradana didampingi Asisten I Pemkot Denpasar I Made Toya dan Kadis Kebudayaan Kota Denpasar Raka Purwantara. Hadir juga Ketua Majelis Madya Desa Adat AA Ketut Sudiana, Ketua Sabha Upadesa I Wayan Meganadha, Ketua Pasikian Yowana Kota Denpasar AA Angga Harta Yana dan Ketua Pasikian Pecalang Kota Denpasar Made Mendra.
Sekretaris Daerah Kota Denpasar Ida Bagus Alit Wiradana mengatakan, teknis pelaksanaan Upacara Melasti dan Pawai Ogoh-ogoh serangkaian Nyepi Caka 1944 Tahun 2022 ini akan dikomunikasikan dan dikoordinasikan dengan sebaik-baiknya dengan seluruh pihak. “Dengan begitu kesepakatan yang didapat akan menjadi solusi yang terbaik tanpa mengurangi makna dan nilai yadnya yang dilakukan masyarakat,” katanya.
Ketua Majelis Madya Desa Adat AA Ketut Sudiana mengatakan, pihaknya masih mengacu pada keputusan paruman sebelumnya namun keputusan ini nantinya akan berlaku fleksibel sesuai evaluasi dan penentuan level PPKM di Kota Denpasar.
Terkait pelaksanaan rangkaian upacara melasti, jika pada perkembangannya PPKM masih tetap berada di level-3 maka akan buat addendum (perjanjian tambahan) di mana akan ada dalam rangkaian upacaranya dilaksanakan secara ngubeng.
Selain itu juga ada yang melaksanakan sesuai dresta masing-masing, namun dengan catatan diatur teknisnya secara ketat mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah. Prokes hendaknya dilaksanakan secara bertangggung jawab, ucapnya.
Sementara terkait pelaksanaan pawai Ogoh-ogoh, kata Sudiana, kini masih menunggu evaluasi PPKM yang akan dipastikan ketentuannya setelah tanggal 14 Februari mendatang.
Sudiana menjelaskan bahwa pihaknya juga akan membuat adendum terkait kondisi ini setelah tanggal 14 Februari nanti. “Kami akan menunggu evaluasi PPKM ini bagaimana perkembangannya. Kami harap rapat hari ini dapat menjadi ajang menyerap aspirasi seluruh pihak mulai dari Bendesa, Yowana hingga Pecalang,” ujar Sudiana, menandaskan.
Sementara Ketua Pasikian Yowana Kota Denpasar AA Angga Harta Yana menegaskan bahwa pihaknya akan tetap menggelar penilaian lomba Ogoh-ogoh. “Lomba Ogoh-ogoh ini teknis penilaiannya akan dilaksanakan secara on the spot dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan batasan di masing-masing banjar tanpa adanya pawai,” ujarnya.
Ia menyebutkan bahwa pihaknya masih mempedomani keputusan bersama saat rapat bersama MDA beberapa waktu lalu, yakni Keputusan 01 Tahun 2022 terkait menjaga ketertiban umum dalam pelaksanaan rahina suci Nyepi 1944 di Kota Denpasar. “Kami siap mengeluarkan surat edaran untuk menunda pawai Ogoh-ogoh jika kasus Covid-19 masih tinggi saat jelang pengerupukan nanti,” katanya, menjelaskan. (LE-DP)







