Karangasem, LenteraEsai.id – Peristiwa gantung diri dilaporkan cukup sering terjadi di masa pandemi Covid-19. Kali ini, pelakunya I Nengah Sugianta (45) penduduk Banjar Dinas Pengalon, Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem.
Peristiwa gantung diri pada Rabu (7/7) itu sempat membuat warga sekitar heboh dan berbondong-bondong datang ke lokasi kejadian sebelum petugas dari Polsek Manggis datang untuk melakukan penanganan.
Kapolsek Manggis Kompol Anak Agung Gede Arka mengatakan, peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh I Nengah Lanus (52) yang merupakan sepupu korban.
Ketika berkunjung ke gudang milik Hari Sumarno yang belakangan ini ditempati oleh korban, Lanus dikagetkan melihat Sugianta sudah tak bernyawa dengan leher terikat dan tergantung di bagian lubang ventilasi sebuah kamar.
Melihat Sugianta tergantung dengan seutas tali plastik nilon warna biru, Lanus secara spontan berteriak-teriak memanggil warga sekitar, ujar Kapolsek AA Gede Arka.
Selanjutnya Lanud menghubungi Bhabinkamtibmas Desa Antiga Kelod, lalu diteruskan melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Manggis.
Dari hasil pemeriksaan dokter yang turun ke tempat kejadian, tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas aksi kekerasan pada jenazah Sugianta, selain hanya bekas jeratan tali yang melingkar pada leher korban.
“Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, korban diduga mengalami depresi berat setelah istri dan anaknya belum lama ini meninggal dunia,” ujar Kompol AA Gede Arka.
Sejak keluarganya meninggal dunia, korban harus hidup seorang diri dengan beban sejumlah hutang yang harus dipikulnya. “Korban disebutkan punya hutang di tempatnya bekerja. Ini yang diduga membuat korban semakin depresi,” katanya, menjelaskan. (LE-Jun)







