Kerusakan Akibat Banjir Bandang di Karangasem Akan Ditangani Bertahap

Karangasem, LenteraEsai.id – Hujan deras yang mengakibatkan banjir bandang pada Kamis (17/6), telah membuat terjadinya kerusakan bangunan fisik dan lahan pertanian di berbagai daerah di Kabupaten Karangasem.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karangasem mencatat ada puluhan bencana alam yang terjadi akibat banjir bandang setelah hujan turun dengan lebat pada Rabu (16/6) jelang tengan malam.

Bacaan Lainnya

Plt Kalaksa BPBD Kabupaten Karangasem Ida Ketut Arimbawa pada Jumat (18/6) siang mengatakan, penanganan bencana alam akibat banjir bandang di beberapa daerah tersebut akan dilakukan secara bertahap.

“Hari ini, kami baru bisa melakukan penanganan di beberapa tempat saja, sehubungan cukup banyak lokasi bencana yang harus kami tangani,” kata Arimbawa.

Salah satunya adalah melakukan penanganan tanah longsor yang menimpa rumah milik Ni Wayan Simpen di Desa Tiyingtali, Kecamatan Abang. 

Penanganan dilakukan secara manual dengan membersihkan material tanah yang menimbun bagian rumah milik korban dengan cara bergotong royong. Rumah tersebut berukuran 7×5 meter yang terdiri atas 2 kamar tidur. Sementara perabotan rumah tangga yang mengalami kerusakan, diketahui cukup parah. Untuk jumlah kerugiannya, petugas menyebutkan masih belum bisa diketahui.

Selanjutnya tim juga melakukan assesment longsoran dan material tanah yang menutup ruas Jalan Sangkan menuju Ketug yang menghubungkan Desa Antiga, Manggis dengan Desa Duda Timur, Selat.

“Volume longsoran bervariasi mulai dari yang kecil hingga besar, sehingga membutuhkan alat berat untuk pengerjaannya. Untuk sementara, masyarakat kami minta untuk menggunakan jalan alternatif lain,” kata Arimbawa.

Selain itu, petugas juga melakukan assesment di ruas jalan Luah-Bukit Buluh yang menghubungkan Desa Sangkan Gunung dengan Desa Wisma Kerta, yang kini terdapat 1 titik longsor dengan menutup jalan. Untuk sementara, jalan hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda 2.

Untuk penanganan selanjutnya, petugas memerlukan bantuan alat berat untuk dapat menyingkirkan material longsoran yang menutup badan jalan, ujarnya, menjelaskan..

Kemudian tim BPBD Karangasem juga melakukan assesment terhadap ruas jalan Hyang Taluh menuju Guminten, Desa Sidemen, di mana material tanah menutup saluran air di pinggir jalan.

“Tapi akses jalan masih terbilang normal, karena bisa dilalui oleh roda 2 maupun roda 4,” kata Arimbawa menandaskan. (LE-Jun) 

Pos terkait