Karangasem, LenteraEsai.id – Sejumlah warga Banjar Dinas Bukit Kelod, Desa Bukit, Kecamatan dan Kabupaten Karangasem mengeluhkan kondisi air ledeng yang disalurkan PDAM ke daerah mereka belakangan ini sering tidak ngocor.
“Air dari PDAM yang kami gunakan untuk kebutuhan sehari-hari sering tidak ngocor selama 3 sampai 5 hari secara berturut-turut belakangan ini,” kata I Kadek Sudarma, salah seorang warga Banjar Bukit Kelod yang adalah pelanggan air PDAM, Minggu (25/4).
Dibenarkan beberapa orang tetanggganya, lanjut Sudarma, warga mengaku kecewa dengan pihak PDAM terkait dengan seringnya air mati di wilayah perkampungan mereka.
“Saya kecewa, karena dalam beberapa bulan ini air sering mati 3 sampai 5 hari secara berturut-turut. Bahkan ada warga yang selama berbulan-bulan tidak mendapatkan air karena lokasi rumahnya yang agak tinggi,” kata Sudarma, mengungkapkan.
Terkait dengan hal tersebut, Direktur Utama PDAM Karangasem I Gusti Made Singarsi yang dihubungi terpisah, tidak menampik bahwa pasokan air ke wilayah Banjar Dinas Bukit Kelod belakangan ini kurang normal.
“Memang kondisi air di wilayah tersebut sejak seminggu terakhir ini kurang normal sehubungan air di wilayah Penaban dan Bukit ditutup, dan baru dibuka pukul 18.00 Wita, karena di brown Balegondang tidak bisa memompa ke reservoir Tanah Lengis dan wilayah Ababi,” ucapnya.
Dirut PDAM menduga kemungkinan ada pipa bocor di wilayah Balegondang menuju Bukit, namun kini belum ditemukan. “Atau, dugaan lain, sumber air yang memang mengalami penurunan, dan hal ini baru terjadi sejak seminggu yang lalu,” kata Gusti Singarsi.
Untuk mengatasi hal tersebut, pihak PDAM akan secepatnya melakukan koordinasi untuk dapat menyelesaikan permasalahan warga, sehingga pasokan air dapat kembali mengalir dengan normal.
“Sekarang sudah koordinasikan, semoga nanti malam atau besok bisa terselesaikan, sehingga air bisa kembali mengalir dengan normal di wilayah tersebut,” kata Gusti Singarsi, menandaskan. (LE-Jun)







