Karangasem, LenteraEsai.id – Sejak awal tahun 2021 hingga sekarang sudah terdapat 11 anjing yang terkonfirmasi rabies, tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Karangasem. Oleh sebab itu, vaksinasi rabies akan kembali digalakkan agar kasus tersebut tidak semakin melonjak.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Karangasem Made Ari Susanta, Kamis (22/4) mengatakan, 11 kasus terkonfirmasi rabies rinciannya adalah 3 kasus di Kecamatan Rendang, 2 kasus di Kecamatan Selat dan Abang, serta masing-masing 1 kasus di Kecamatan Karangasem, Kubu, Bebandem dan Manggis.
“Vaksinasi periode pertama akan menyasar pada 17 desa prioritas yang sempat ditemukan kasus gigitan. Sementara sisanya akan dilaksanakan setelah periode pertama, hingga kemudian menyeluruh ke 78 desa di Kabupaten Karangasem,” kata Ari Susanta.
Ia menyebutkan, sampai saat ini jumlah populasi anjing di Kabupaten Karangasem mencapai 74.105. Oleh sebab itu, Ari Susanta menargetkan sebanyak 80 persen dari total populasi tervaksin, karena para petugas sering menemukan berbagai kendala, jadi cukup sulit untuk mencapai 100 persen.
“Dari total populasi, sebagian besar anjing berstatus dilepasliarkan oleh pemiliknya. Itu juga menjadi kesulitan bagi para petugas untuk melakukan vaksinasi,” ujar Ari Susanta.
Ari Susanta menambahkan, untuk menangani kasus warga yang terkena gigitan anjing, pihaknya sudah melakukan penanganan dengan sistem yang terintegrasi yakni antara Dinas Kesehatan (Puskesmas) dengan Dinas Pertanian Bidang Kesehatan Hewan.
“Untuk penanganannya tersebut melalui sistem aplikasi tata laksana penanganan kasus gigitan (Takgit). Jadi ketika ada kasus gigitan di mana korban melapor ke puskesmas, otomatis pihak puskesmas akan langsung mengontak petugas di kesehatan hewan,” kata Ari Susanta.
Setelah menerima laporan, petugas kesehatan hewan akan langsung menangani anjing yang melakukan gigitan untuk mengetahui statusnya apakah anjing tersebut rabies atau tidak.
“Anjing tidak akan langsung dibunuh, karena jika anjing tersebut terkonfirmasi rabies, maka ia akan mati dengan sendirinya dengan selang waktu 2 minggu,” ucap Ari Susanta, menandaskan. (LE-Jun)







