Pengacara Undang Tiga Akun Medsos, Ida Dalem : Keterlaluan Bangun Opini Negatif

Nyoman Yudara dan Ida Mas Dalem Segara (kanan)

Denpasar, LenteraEsai.id – I Nyoman Yudara SH, kuasa hukum Ida Mas Dalem Segara, membantah kliennya telah melakukan percakapan dengan seseorang yang kemudian viral di media sosial dengan sebutan kasus ‘dulang’.

“Ida Mas Dalem Segara sudah menuturkan kepada saya tentang segala sesuatunya secara runut atas kejadian dan persoalan yang menimpa beliau,” kata Yudara ketika dihubungi di Denpasar, Sabtu (13/3) siang.

Bacaan Lainnya

Sehubungan dengan itu, Yudara yang diminta untuk mendampingi selaku kuasa hukum terhadap sang sulinggih tersebut menyatakan bahwa pihaknya perlu meluruskan informasi yang simpang siur beredar belakangan ini.

Ia menyebutkan, segala chat percakapan Whatts App yang belakangan beredar luas di media sosial adalah tidak benar. Demikian pula Ida Mas Dalem Segara tidak mengenal orang yang tertera dalam percakapan yang dimaksudkan itu.

Selama 3 bulan terakhir ini, lanjut Yudara, Ida Dalem memiliki kesibukan di wilayah Jembrana, dan selalu pulang pergi bila sedang ‘ngayunin’ upakara di wilayah terdekat, seperti di seputar Denpasar atau Badung. Itupun selalu bersama sopir yang menjemput dan terkadang bersama Ida Istri.

“Lagian, beliau sebenarnya tidak ada kepentingan untuk berpolemik di media sosial, dan sangat menyadari posisi beliau selaku orang yang sudah sebagai sulinggih. Namun karena hal ini sangat menganggu dan telah mengadili secara sosial yang bisa berdampak buruk kepada diri pribadi Ida Dalem bahkan sulinggih lainnya, atas saran dari pengelingsir dipandang perlu untuk memproses secara hukum,” katanya.

Bersamaan dengan itu, Ida Mas Dalem Segara menyatakan, sejumlah orang melalui akun pribadi di medsos telah keterlaluan membangun opini negatif terhadap dirinya.

Yudara mengatakan, sebagai warga negara, Ida Dalem memiliki hak yang sama dengan warga yang lain di depan hukum, sehingga diputuskan untuk mengambil langkah hukum dengan mengadukan kepada pihak berwajib terhadap beberapa akun di media sosial yang sudah sangat keterlaluan dalam membangun opini negatif terhadap diri pribadi seorang sulinggih di ruang publik.

“Hal tersebut diambil sebagai pertanggungjawaban beliau kepada Ida Nabe maupun kepada PHDI, sehingga tidak menjadi preseden buruk kepada para sulinggih lainnya yang setiap saat bisa diadili di media social secara semena-mena oleh para pemilik akun yang tidak bertanggung jawab,” kata Yudara, menandaskan.

Untuk hal tersebut, kata Yudara, pihaknya selaku kuasa hukum Ida Dalem berharap kepada netizen dan masyarakat luas untuk memberikan ruang kepada aparat kepolisian mengusut persoalan ini, dan mari bersama-sama hormati upaya hukum yang sedang berproses, dan hentikan melakukan hujatan-hujatan yang menyinggung sulinggih secara umum.

“Teruntuk akun Nayaka Pidana, Agus Gunawan dan Jro Dasaran Alit, melalui kesempatan dan media ini saya selaku kuasa hukum dari Ida Mas Dalem Segara mengundang saudara untuk meberikan penjelasan guna membuat terang persoalan, apa yang sebenarnya terjadi,” ucapnya.

Masalah tempat pertemuan, ia mengaku akan mengusahakan untuk bisa difasilitasi di Kantor PHDI Bali. “Besar harapan saya suadara-saudara bisa hadir pada pertemuan untuk dapat menghidari persoalan hukum lebih lanjut,” ujarnya, mengharapkan.

Kepada masyarakat luas, Yudara juga mengharapkan dapat ambil bagian dalam menjernihkan persoalan sebenarnya, serta menghentikan hujatan-hujatan yang bersifat SARA dan penghinaan kepada sulinggih secara general. “Mari kita berikan kesempatan kepada para pihak untuk menyelesaikan permasalahan secara bijak dan bertanggung jawab,” katanya, menandaskan.  (LE-DP)

Pos terkait