Denpasar, LenteraEsai.id – Seorang wanita pengemudi mobil tampak memaki-maki dengan kata-kata kasar saat ditilang polisi di persimpangan jalan, namun anggota Satlantas Polresta Denpasar itu malah melempar senyum ramah sembari berucap “Terima kasih”.
Gambaran tentang kejadian tersebut terlihat jelas lewat tayangan video yang sempat viral di media sosial dalam beberapa hari ini.
Usut punya usut. ternyata polisi itu adalah Aiptu Yulius yang bertugas di Satuan Lalu Lintas Polresta Denpasar. Sementara pengemudi mobil yang memaki-makinya di jalanan umum, diketahui wanita berinisial RS.
Kasatlantas Polresta Denpasar AKP Taufan Rizaldy ketika dikonfirmasi, Rabu (17/2) mengatakan, peristiwa itu terjadi di Simpang Imam Bonjol, Kecamatan Denpasar Barat pada Senin (15/2) pagi. Kendaraan RS ditilang karena menerobos lampu merah.
“Kendaraan ibu itu terobos lampu merah menuju Jalan Gunung Soputan. Bersamaan dengan itu juga ada satu mobil lain yang juga menerobos lampu merah. Kedua kendaraan tersebut kemudian diberhentikan dan ditilang oleh petugas kami,” ungkap AKP Taufan, menjelaskan.
Pada saat kedua pelanggar itu dihentikan lalu diminta kelengkapan surat-surat berkendaranya, pengemudi mobil yang satunya memilih kooperatif dan menerima dengan baik saat ditilang petugas.
Namun untuk pengemudi yang berinisial RS, tidak terima dan langsung marah-marah. Dari video yang beredar, RS terdengar memaki-maki Aiptu Yulius dengan kata-kata ‘bangsat’, namun polisi lalu lintas itu malah merunduk dan tersenyum dengan sikap hormat.
Menyaksikan adegan tersebut lewat media sosial, spontan mendapat tanggapan netizen yang umumnya memuji kesabaran dari seorang anggota Polri dalam menghadapi aksi seorang pengemudi mobil yang arogan.
“Kedua mobil yang melanggar rambu itu kami tilang. Ibu itu (RS) tidak kooperatif. Tetap kami melakukan penilangan dengan E-tilang. Kalau pengendara mobil yang satunya lagi kooperatif,” ungkap AKP Taufan, menuturkan.
AKP Taufan mengaku bahwa pihaknya tidak akan mempersoalkan umpatan dari perempuan itu. Dia hanya berharap masyarakat tidak sampai mengabaikan keselamatan, antara lain dengan menerobos lampu merah.
“Saya berharap masyarakat dapat mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama. Kalau diberhentikan petugas, pasti ada sesuatu yang dilihat tidak beres sesuai dengan tugasnya,” ujarnya, menandaskan. (LE-DW)







