Berangkat Dari Dunia Kerajinan, Gede Budiyoga ‘Munggah’ Jadi Perbekel Sedang

I Gede Budiyoga, pemenang Pilkel Desa Sedang

Badung, LenteraEsai.id – Masyarakat Desa Sedang, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung kini memiliki perbekel baru, yaitu I Gede Budiyoga (43), yang bertarung di arena pilkel yang baru lalu dengan nomor urut 1.

Gede Budiyoga ‘munggah’ sebagai perbekel setelah ia memenangi pemilihan perbekel (pilkel) serentak 2021, yang hari pencoblosannya berlangsung Minggu, 7 Pebroari 2021 lalu. Ia menang dengan perolehan suara signifikan, 2.379 (82 persen), sedang lawannya, I Wayan Sudarma nomor urut 2, mendapat suara 380 (13 persen).

Bacaan Lainnya

Budiyoga melalui LenteraEsai.id (LE) menyampaikan banyak terima kasih kepada masyarakat yang telan memberi kepercayaan kepada dirinya untuk menjadi Perbekel Sedang masa bhakti 2021-2017. “Saya maju pilkel karena aspirasi atau keinginan masyarakat. Mudah-mudahan saya bisa mengemban amanat masyarakat tetrsebut,” ujarnya ketiha dihubungi di Sedang, Selasa (9/2) sore.

Ditanya apa saja programnya untuk memajukan desa dan masyarakat setelah resmi menjadi Perbekel Desa Sedang nanti?. Dalam siatuasi seperti sekarang ini, yakni Covid-19 masih merebak, Budiyoga mengaku tidak mau membuat program kerja muluk–muluk. Melainkan program yang realistis, kira-kira bisa diwujudkan. Misalnya dia akan menggali dan mengembangkan potensi desa. Termasuk potensi ekonomi masyarakat ditingkatkan. Untuk menambah pedapatan masyarakat.

Karyawan sedang mengerjakan kerajinan

“Salah satunya mengelola potensi air di Desa Sedang, untuk mengangkat pendapatan asli desa (PADesa),” ujar Budiyoga, menjelaskan.

Jadi Perajin

Ketika LE berkunjung ke kediaman I Gede Budiyoga, beberapa karyawan sedang bekerja. Yaitu mengerjakan kerajinan sesuai tugasnya. Ada yang sedang melukis, mengecat dan lainnya. Usia mereka barvariatif, ada yang sudah tua ada yang muda. Mereka adalah karyawan Budiyoga, yang jumlahnya ada enam orang.

Karena sekarang situasi sedang lesu, kata Budiyoga, dirinya tidak berani nyetok barang karajinan terlalu banyak. Yang kini dikerjakan karyawan, merupakan barang-barang pesanan yang sudah pasti. Termasuk pesanan dari pemerinrah, seperti berbagai piala dari kayu, cendramata dan lainnya.

“Saya start terjun sebagai perajin dan sekali gus memasarkan tahun 2003. Ketika sitauasi normal, lumayan pemasaran produksi saya lancar. Sekarang ini kondisi benar-benar lesu. Mudah-mudahan wabah Virus Corona cepat berakhir, sehingga aktivitas perekonomian masyarakat bisa berdenyut kembali,” ujar Budiyoga, berharap.  (LE-Ima)

Pos terkait