Karangasem, LenteraEsai.id – Hujan deras disertai angin kencang yang terus mengguyur Kabupaten Karangasem sejak beberapa hari ini telah membuat bencana tanah longsor dan pohon tumbang terjadi secara beruntun di sejumlah daerah di wilayah Bali bagian timur itu.
Kalaksa BPBD Kabupaten Karangasem Ida Ketut Arimbawa, Sabtu (6/2) mengatakan, curah hujan yang tinggi dan kondisi tanah yang labil telah membuat sejumlah kawasan menjadi rawan longsor.
“Tadi kita sudah terjun langsung ke beberapa lokasi yang mengalami tanah longsor dan pohon tumbang untuk melakukan penanganan,” kata Kalaksa Arimbawa.
Ia menyebutkan, tim BPBD sejak pagi telah diturunkan untuk menangani bagian senderan yang longsor hingga mengakibatkan tembok sanggah milik I Wayan Kariyasa di Banjar Dinas Temakung, Desa Ban, Kecamatan Kubu mengalami retak-retak dan rawan ambruk.
Selain itu, senderan kamar mandi milik I Nengah Merta di Banjar Dinas Jatituhu, Desa Ban, Kecamatan Kubu juga tergerus longsor akibat derasnya curah hujan yang turun sejak semalaman, ucapnya.
Selanjutnya tanah longsor juga menimpa sebuah rumah milik I Ketut Sari Merta di Banjar Dinas Muntigunung Kauh, Desa Tianyar Barat, Kecamatan Kubu. Perkiraan kerugian ditafsir Rp15 juta. Peristiwa ini terjadi pada pukul 01:00 dini hari, di mana tebing setinggi 10 meter yang berada di sebelah rumah korban, tiba-tiba longsor menimpa bangunan rumah.
Untuk pembersihan material longsoran, telah dilakukan mandiri oleh pemilik rumah dibantu para tetangga setempat.
Tidak hanya itu, kata Kalaksa Arimbawa, bencana tanah longsor hari ini juga menimpa lokasi penampungan air di Pasraman Jiwan Mukti Muntigunung Kauh, Desa Tianyar Barat milik I Gede Agung Pasrisak Juliawan. Kerugian diperkitakan mencapai Rp10 juta.
Bencana berikutnya di Banjar Dinas Pakel, Desa Bebandem, Kecamatan Bebandem, tepatnya di pertigaan jalan menuju ke Liligundi. Tanah longsor bercampur bebatuan menimbun badan jalan di wilayah banjar tersebut.
Untuk sementara, penanganan secara gotong royong dilakukan dengan membuka jalur akses untuk kendaraan roda dua. Petugas yang turun siang itu meliputi Tim TRC BPBD bersama Kawil Dukuh, Kawil Liligundi, PUPR dan masyarakat setempat. Untuk penanganan lanjutan akan dilakukan oleh PUPR Kabupaten Karangasem.
Selanjutnya senderan penyengker rumah milik I Made Pasek di Banjar Dinas Muntigunung, Desa Tianyar Barat, Kecamatan Kubu, dan senderan pekarangan rumah milik I Gede Gitong di Banjar Dinas Buana Pule, Desa Tianyar Barat, Kecamatan Kubu, juga jebol setelah bagian dasarnya gembur akibat terus-menerus diguyur hujan, ucapnya.
Sepanjang Sabtu, tanah longsor juga menutup akses jalan di Banjar Dinas Cangwang, Desa Bunutan, Kecamatan Abang. Untuk penanganan sementara, akses jalan sudah terbuka yang dilaksanakan dengan gotong royong oleh Tim TRC BPBD, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Kadus Cangwang, Perbekel Bunutan, Bina Marga dan masyarakat. Untuk kemudian akan dikoordinasikan ke Dinas PUPR untuk pembersihan lanjutan.
Sementara itu di Banjar Dinas Gulinten, Desa Bunutan, Kecamatan Abang juga terjadi tanah longsor yang menimpa penyengker Pura Bale Agung dan kerugian ditafsir mencapai Rp35 juta.
Selain tanah longsor, bencana pohon tumbang juga terjadi pada hari ini. Sebatang pohon jenis kelapa tumbang dan menimpa pelinggih, atap rumah dan jalan di Dusun Tirta Sari, Desa Tianyar Barat, Kecamatan Kubu. Saat ini sudah dapat ditangani secara mandiri oleh Perbekel dan masyarakat setempat.
Kalaksa Arimbawa mengimbau kepada seluruh masyarakat, terutama yang tinggal di tempat-tempat rawan terjadinya tanah longsor, agar selalu waspada, mengingat curah hujan dalam beberapa hari terakhir cukup tinggi di Karangasem. (LE-Jun)







