Harga Daging Babi Melonjak Drastis di Karangasem

Karangasem, LenteraEsai.id – Di tengah pandemi Covid-19 yang semakin merebak, harga daging babi justru mengalami lonjakan yang cukup signifikan di Kabupaten Karangasem. Di mana, saat ini mencapai Rp85 ribu sampai Rp100 ribu di pasaran Karangasem.

Salah satu pengepul daging babi asal Dusun Abang Kelod, Desa Abang, Kecamatan Abang, bernama Ni Wayan Putu saat ditemui Kamis (28/1) mengatakan, harga daging babi memang mengalami peningkatan yang sangat pesat dalam beberapa pekan terakhir.

Bacaan Lainnya

“Kemarin harga di pasaran perkilonya Rp70 ribu hingga Rp 85 ribu, bahkan ada beberapa pengepul yang bilang sampai Rp 100 ribu perkilonya. Tapi, untuk saat ini harga di pasar lokal di sini hanya baru sampai Rp 80-85 ribu saja,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang peternak kecil rumahan yakni I Nengah Adi mengatakan, melonjaknya harga daging babi saat ini memang sangat drastis. Hal ini kemungkinan akibat langkanya babi sehubungan  populasinya sempat berkurang lantaran adanya Virus ASF beberapa bulan lalu.

Di mana pada saat virus tersebut merebak banyak babi yang mati di seluruh penjuru wilayah Bali, termasuk di Kabupaten Karangasem juga banyak babi dan indukan yang mati karena virus tersebut.

“Selain harga daging, bibit babi juga cukup mahal saat ini, yakni mencapai Rp1.2 sampai Rp1.3 juta per ekor yang umurnya sekitar tiga bulan, dan yang pasti sudah lepas susu dari indukan,” ujar Adi.

Akibat tingginya harga daging babi di pasaran, para konsumen kini lebih banyak yang membeli daging ayam untuk keperluan masak-memasak ketimbang membeli daging babi.  (LE-Jun) 

Pos terkait