Denpasar, LenteraEsai.id – Seorang pasien positif Covid-19 yang tengah dirawat di Kota Denpasar, lagi dinyatakan meninggal dunia, sehingga secara kumulatif korban yang telah direnggut oleh Virus Corona itu sebanyak 24 orang.
Korban yang meninggal dunia itu dilaporkan warga asal Desa Pemecutan Kaja, namun selama ini berdomisili di Desa Padangsambian Kelod, Kota Denpasar. Di hari yang sama juga dilaporkan pasien positif Covid-19 bertambah sebanyak 28 orang, dan pasien sembuh bertambah 6 orang.
“Kabar duka, seorang pasien Covid-19 dinyatakan meninggal dunia, kasus positif bertambah 28 orang yang tersebar di 18 desa/kelurahan, dan kasus sembuh bertambah 6 orang. Masyarakat diimbau lebih disiplin terapkan protokol kesehatan mengingat kasus Covid-19 kembali meningkat,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, saat menyampaikan perkembangan kasus Covid-19 Kota Denpasar di ruang kerjanya pada Sabtu (5/9).
Dewa Rai merinci bahwa 18 desa/kelurahan yang mencatatkan penambahan kasus positif yakni Kelurahan Padangsambian yang mencatatkan penambahan kasus positif tertinggi sebanyak 4 orang. Disusul Desa Tegal Harum dan Desa Pemogan yang mencatatkan kasus positif sebanyak 3 orang. Selanjutnya Desa Dangin Puri Kaja, Desa Pemecutan Kelod, dan Kelurahan Pemecutan mencatatkan penambahan masing-masing 2 kasus. Sedangkan 12 desa/kelurahan lainnya mencatatkan masing-masing 1 kasus positif.
Lebih lanjut Dewa Rai menjelaskan, angka kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar mengalami tren peningkatan dalam beberapa hari terakhir. Karenanya diperlukan kewaspadaan dan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan di masyarakat, mulai dari cuci tangan, menggunakan masker dan jaga jarak. Terlebih saat ini masyarakat bersama-sama sedang bersiap untuk pemulihan ekonomi daerah dan nasional.
“Masyarakat diharapkan lebih waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, termasuk dalam lingkup rumah tangga dan lingkungan sekitar rumah, mengingat dua klaster yakni klaster keluarga dan perjalanan dalam daerah masih mendominasi, hal ini mengingat arus mobilitas di Denpasar sangat tinggi, disamping juga ada klaster upacara ngaben,” ujar Dewa Rai
Melihat perkembangan kasus ini, Dewa Rai kembali mengingatkan agar semua pihak ikut berpartisipasi untuk mencegah penularan Covid-19 tidak semakin meluas. “Hindari kerumunan, selalu gunakan masker dan sesering mungkin mencuci tangan setelah melakukan aktivitas,” kata Dewa Rai.
Secara kumulatif kasus positif tercatat sebanyak 1.759 kasus, sementara itu, jumlah pasien sembuh di Kota Denpasar menjadi 1.583 (89,99 persen), meninggal dunia sebanyak 24 kasus (1,36 persen) , dan yang masih dalam perawatan sebanyak 152 orang (8,65 ).
Rincian kasus positif hari ini, meliputi Kelurahan Ubung seorang laki-laki usia 71 tahun, Desa Sanur Kauh seorang laki-laki usia 27 tahun, Kelurahan Renon seorang laki-laki usia 22 tahun, Desa Dangin Puri Kelod seorang laki-laki usia 55 tahun, Desa Dangin Puri Kangin seorang laki-laki usia 34 tahun, Kelurahan Padangsambian tiga orang perempuan usia 61, 39 dan 47 tahun serta seorang laki-laki usia 51 tahun, Desa Dangin Puri Kaja seorang perempuan usia 23 tahun serta seorang laki-laki usia 21 tahun, Kelurahan Tonja seorang perempuam usia 34 tahun, Kelurahan Dauh Puri seoranh laki-laki usia 48 tahun, Desa Pemecutan Kelod dua orang perempuan usia 42 dan 55 tahun, Desa Padangsambian Kelod seorang laki-laki usia 64 tahun, Desa Padangsambian Kaja seorang perempuan usia 56 tahun, Desa Dauh Puri Kelod seorang laki-laki usia 51 tahun, Desa Tegal Harum seorang laki-laki usia 27 tahun serta dua orang perempuan usia 24 dan 16 tahun, Desa Peguyangan Kaja seorang laki-laki usia 50 tahun, Kelurahan Peguyangan seorang perempuan usia 28 tahun, Desa Penogan tiga orang laki-laki usia 47, 28 dan 31 tahun, Kelurahan Pemecutan dua orang perempuan usia 35 dan 60 tahun.
Pasien neninggal dunia asal Desa Pemecutan Kaja seorang laki-laki usia 62 Tahun, dan tinggal di Padangsambian Kelod, dinyatakan positif sejak 30 Agustus 2020 dan meninggal dunia pada 3 September 2020 dengan riwayat Diabetes Militus. Untuk kasus sembuh 6 orang, ujar Dewa Rai, menjelaskan. (LE-DP)







