Sikapi Aliran Bija Kuning, Ida Rsi Putra Manuaba: Syukur Kloset sudah Diganti Kendi

Tokoh spiritual Ida Rsi Putra Manuaba

Denpasar, LenteraEsai.id – Penganut aliran Bija Kuning yang pernah disebut-sebut berpusat di Padangbai, Kabupaten Karangasem, beberapa waktu lalu sempat menjadi pembicaraan viral di berbagai media. Ini dikarenakan penganut aliran ini membangun pelinggih Surya yang disandingkan dengan kloset.

Realita ini sempat menjadi polemik di masyarakat, karena sebagian warga menganggap kloset merupakan sesuatu yang jorok, sementara pelinggih adalah bangunan yang disucikan umat Hindu.

Bacaan Lainnya

Akan tetapi, penganut aliran Bija Kuning ini berpendapat lain, bahwa kloset yang disandingkan dengan pelinggih memiliki makna sebagai tempat penyucian.

“Sebenarnya dalam ajaran agama Hindu, di mana Panca Sradha menjadi dasar, sehingga ada kebebasan dalam ekspresi Catur Marga yang diragakan dalam kehidupan,” kata Ida Rsi Putra Manuaba, tokoh spiritual Hindu ketika dihubungi di Denpasar, Sabtu (8/2/2020).

Ida Rsi Putra Manuaba menjelaskan, bermula dari keyakinan warga yang mendalam, kemudian mereka akan menuruti arahan dari tokoh spiritualnya tentang apa yang harus dianut dalam persembahannya. Seperti yang diakui beberapa penganut aliran Bija Kuning, bahwa langkah mereka menyandingkan kloset dengan pelinggih didasarkan atas petunjuk dari guru spiritualnya.

“Tentunya dalam pelaksanaannya mungkin simbol itu kelihatan aneh, padahal barang berupa kloset itu masih baru dan sudah disucikan tentunya sebelum dipersembahkan,” ucapnya.

Sekarang karena sudah viral di ruang pemberitaan, bersyukur akhirnya kloset sudah diganti menjadi kendi. Dari pengalaman ini, semoga setiap aliran di Bali khususnya, bisa berkoordinasi dengan PHDI sebagai lembaga umat untuk harmoninya kehidupan, ujar Ida Rsi mengharapkan. (LE-DP)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *