Odisha, LenteraEsai.id – Ida Rsi Putra Manuaba, pengasuh Ashram Gandhi Puri sekaligus penggagas Kalingga Bali Sanggam, terus memperkuat hubungan persahabatan historis antara Bali, Nusantara, dan Odisha, India, melalui gerakan Kalingga Bali Yatra.
Inisiatif tersebut diarahkan untuk menghidupkan kembali jejak hubungan peradaban leluhur melalui berbagai bidang, mulai dari kebudayaan, pendidikan, perdagangan hingga spiritualitas.
Upaya membangun hubungan Bali–Odisha telah dilakukan Ida Rsi Putra Manuaba sejak 2015. Melalui komunikasi dengan sejumlah tokoh pemerintahan serta jaringan masyarakat atau People to People Network di Odisha, ia berupaya memperkuat hubungan kedua wilayah yang memiliki keterkaitan sejarah dan budaya.
Dengan dukungan Gubernur Bali saat itu, I Made Mangku Pastika, kerja sama tersebut diwujudkan melalui pembangunan Padmasana Kalingga Bali dan pengembangan Galeri Indonesia di Museum Maritim Negara Bagian Odisha, Cuttack.
Galeri Indonesia menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan seni dan tradisi Nusantara kepada masyarakat India. Sejumlah koleksi yang ditampilkan antara lain Gamelan Gong Kebyar, lukisan Kamasan, patung tradisional, kain songket, serta kain Geringsing dari Desa Tenganan, Karangasem.
Representasi kebudayaan Indonesia tersebut kemudian diresmikan oleh Ketua Menteri Odisha saat itu, Naveen Patnaik, pada 2024.
Kembangkan Koleksi Budaya Bali
Pada akhir Oktober 2026, Ida Rsi Putra Manuaba kembali mengunjungi Odisha untuk melihat perkembangan Galeri Indonesia sekaligus membahas peluang pengembangan koleksi kebudayaan Bali.
Dalam pertemuan dengan kurator museum, dibicarakan rencana penambahan koleksi wayang dan gender Bali. Penambahan tersebut diharapkan dapat memperkaya pemahaman masyarakat India terhadap seni, tradisi, serta filosofi kebudayaan Bali.
Selain mengunjungi museum, Ida Rsi Putra Manuaba juga bertemu dengan IAS Shinde Dattatraya Bhausaheb. Pertemuan tersebut membahas penguatan Kalingga Bali Sanggam Initiative sebagai gerakan persahabatan masyarakat Indonesia dan India.
Inisiatif ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana pengenalan sejarah, tetapi juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara masyarakat kedua negara.
Libatkan Generasi Muda Indonesia–India
Penguatan hubungan Bali–Odisha juga dirancang melalui program Titibanda Mahanadi Yatra Camp. Program berupa kemah dan pertukaran generasi muda Indonesia–India tersebut diselenggarakan di Ashram Gandhi Puri, Sevagram, dengan rentang kegiatan Oktober 2026 hingga 30 Januari 2027.
Program ini menjadi ruang pembelajaran lintas budaya bagi generasi muda kedua negara melalui pertukaran seni, kebudayaan, pendidikan, spiritualitas, serta penguatan persaudaraan antargenerasi.
Melalui interaksi langsung, para peserta diharapkan dapat mengenal lebih dekat warisan budaya masing-masing sekaligus membangun hubungan persahabatan yang berkelanjutan.
Sejarah sebagai Fondasi Persahabatan Masa Depan
Bagi Ida Rsi Putra Manuaba, Kalingga Bali Yatra bukan sekadar upaya mengenang hubungan sejarah leluhur antara Bali dan India. Lebih dari itu, gerakan ini harus diwujudkan menjadi kerja sama nyata yang melibatkan masyarakat kedua negara.
Ia menegaskan bahwa warisan sejarah perlu dihidupkan melalui kegiatan yang memberikan manfaat bagi generasi sekarang dan mendatang.
“Jangan biarkan Kalingga Bali Yatra hanya menjadi kenangan sejarah. Jadikanlah ia gerakan persahabatan yang hidup, yang menghubungkan kembali masyarakat Indonesia dan India melalui seni, kebudayaan, perdagangan, pendidikan, dan spiritualitas,” tegasnya.
Melalui Kalingga Bali Yatra dan Kalingga Bali Sanggam, hubungan Bali–Odisha diharapkan semakin berkembang menjadi jembatan diplomasi kebudayaan sekaligus membuka ruang kerja sama Indonesia–India yang lebih luas dan berkelanjutan.
Semangat yang diusung gerakan ini terangkum dalam sebuah pesan: Sejarah adalah warisan, kebudayaan adalah jembatan, dan persahabatan adalah masa depan. (LE-003)







