Mahasiswa Mpu Kuturan Menangi Sayembara Nama Titik Nol Singaraja

Mahasiswa Mpu Kuturan menangi sayembara nama titik nol Singaraja
Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Hindu Fakultas Dharma Duta IAHN Mpu Kuturan Singaraja, Bali, Kadek Dika Wirawan, memenangi sayembara penamaan Titik Nol Kota Singaraja yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui usulan nama "Praja Mandala Singa Ambara Raja". ANTARA/Putu Mardika

Buleleng, LenteraEsai.id – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Hindu Fakultas Dharma Duta IAHN Mpu Kuturan Singaraja, Bali, Kadek Dika Wirawan, memenangi sayembara penamaan Titik Nol Kota Singaraja yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui usulan nama ‘Praja Mandala Singa Ambara Raja’.

Usulan nama dari mahasiswa berusia 22 tahun itu ditetapkan sebagai pemenang dan diumumkan bertepatan dengan upacara melaspas kawasan Titik Nol Singaraja pada Rabu.

Bacaan Lainnya

Dika mengatakan nama tersebut berangkat dari konsep mandala dalam tata ruang tradisional Bali yang merujuk pada pembagian wilayah atau kawasan.

“Mandala berarti wilayah atau tempat, sedangkan praja berarti pemerintah. Dari pemahaman itu saya mengusulkan nama Praja Mandala sebagai pusat atau kawasan pemerintahan Kota Singaraja,” katanya.

Ia mengatakan nama tersebut tidak hanya mencerminkan fungsi kawasan sebagai pusat kota, tetapi juga mengandung makna filosofis yang merepresentasikan identitas dan sejarah Singaraja.

Dika mempertahankan frasa ‘Singa Ambara Raja’ karena dinilai telah menjadi simbol yang melekat kuat dalam sejarah Kabupaten Buleleng.

“Nama Singa Ambara Raja adalah identitas yang sudah terukir di hati masyarakat. Sebuah simbol daerah patut dipertahankan sebagai bagian dari jati diri Singaraja,” ujarnya.

Dia berharap nama Praja Mandala Singa Ambara Raja dapat menjadi identitas baru yang merepresentasikan sejarah, budaya, dan semangat masyarakat Buleleng.

Menurut Dika, kawasan Titik Nol itu tidak hanya berfungsi sebagai penanda geografis, tetapi juga menjadi ruang publik yang mencerminkan pusat kehidupan sosial, pemerintahan, dan kebudayaan.

“Semoga kawasan ini menjadi ruang yang nyaman, memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Kota Singaraja, sekaligus menjadi simbol persatuan dan kemajuan daerah yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya. (LE)

Source: ANTARA

Pos terkait