Denpasar, LenteraEsai.id – Kepolisian Daerah Bali menampilkan drama tari kolosal bertajuk Nusantara dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Bhayangkara di Lapangan Niti Mandala Renon, Kota Denpasar, Rabu.
Pertunjukan yang mengangkat kisah kejayaan Kerajaan Majapahit dan Sumpah Palapa Mahapatih Gajah Mada ini melibatkan ratusan personel Polri dan seniman tari.
Kasubid Penmas Bidang Humas Polda Bali AKBP Rina Isriana Dewi mengatakan tari kolosal tersebut menjadi salah satu atraksi utama dalam rangkaian peringatan HUT Ke-80 Bhayangkara di Polda Bali.
Sebanyak 71 personel Polda Bali terlibat dalam drama tari kolosal, terdiri atas 19 polisi wanita (polwan) dan 52 polisi laki-laki. Pertunjukan juga didukung 150 penari Sanggar Tari Paripurna.
Ia menjelaskan drama tari kolosal ini mengisahkan suasana megah di pelataran Majapahit saat Patih Gajah Mada menerima titah dari Ratu Tri Buana Tunggadewi untuk menyatukan dan mengamankan Nusantara.
Melalui pengucapan Sumpah Palapa, Gajah Mada berikrar tidak akan menikmati palapa sebelum seluruh wilayah Nusantara, mulai dari Gurun, Seran, Bali, Sunda hingga Tumasik, berada di bawah panji Majapahit.
“Pertunjukan tersebut menjadi simbol semangat pengabdian para Bhayangkara dalam menjaga persatuan bangsa, menyatukan keberagaman, serta mewujudkan cita-cita ‘Bhinneka Tunggal Ika’ demi kejayaan Nusantara,” katanya.
Polda Bali juga menyuguhkan atraksi bela diri yang diperagakan 86 personel laki-laki pada acara tersebut.
Kemeriahan HUT Ke-80 Bhayangkara di daerah setempat juga dimeriahkan dengan defile.
Masyarakat yang memadati wilayah Renon mendapatkan suguhan penampilan marching band binaan Polri yang membawakan lagu-lagu patriotik dengan gerakan yang kompak dan dinamis.
Selain itu, parade kendaraan dinas Polri ikut dalam defile tersebut, mulai dari kendaraan taktis (rantis) mutakhir, armada patroli lalu lintas, hingga kendaraan operasional dari berbagai satuan khusus, seperti Brimob dan Polairud. (LE)
Source: ANTARA







