Denpasar, LenteraEsai.id – Kodam IX/Udayana menggandeng akademisi, praktisi, komunitas lingkungan, hingga pemerintah daerah untuk mencari solusi penanganan krisis sampah di Bali melalui Focus Group Discussion (FGD) di Makodam IX/Udayana, Denpasar, Rabu.
Kegiatan yang digelar dalam rangka Hari Bakti Ke-69 Kodam IX/Udayana tahun 2026 itu dibuka langsung Kepala Staf Kodam (Kasdam) IX/Udayana Brigjen TNI Taufiq Hanafi dan dihadiri pejabat utama Kodam IX/Udayana, akademisi, tokoh masyarakat, organisasi masyarakat, hingga insan media.
Dalam sambutannya, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto menyatakan persoalan sampah di Bali bukan hanya masalah estetika, tetapi telah menjadi tantangan serius yang berdampak terhadap kesehatan masyarakat, sektor pariwisata, dan kelestarian lingkungan.
“Penanganan sampah tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan kolaborasi dan sinergi kuat dari seluruh elemen masyarakat,” katanya.
Sebagai implementasi tugas pokok TNI dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP), kata Pangdam, Kodam IX/Udayana berkomitmen membantu pemerintah daerah dalam pengelolaan lingkungan.
Pangdam juga menegaskan komitmen Kodam IX/Udayana dalam mendukung instruksi Presiden RI agar TNI turut aktif menjaga kelestarian lingkungan.
Forum diskusi berlangsung dinamis dengan menghadirkan empat narasumber dari berbagai bidang.
Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali I Made Dwi Arbani memaparkan strategi penanganan sampah terintegrasi melalui peningkatan tata kelola dan kesadaran masyarakat memilah sampah dari sumbernya.
Sementara itu, pemerhati lingkungan sekaligus akademisi Prof. Dr. Ir. Ni Luh Kartini menekankan pentingnya pengolahan sampah mandiri berbasis rumah tangga dan komunitas untuk mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA).
Penggiat waste management Putu Gede Indra turut menawarkan solusi manajemen sampah modern yang menurutnya lebih efisien, termasuk mendorong keterlibatan sektor swasta dalam pengembangan ekonomi sirkular sampah.
Adapun Founder Komunitas Malu Dong Komang Sudiarta menyoroti pentingnya pendidikan karakter dan kepedulian lingkungan sejak usia dini, serta perlunya dukungan infrastruktur pengolahan sampah dari pemerintah. (LE)
Source: ANTARA







