Purwakarta, LenteraEsai.id – Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat melakukan simulasi penyemprotan obat untuk mengurangi bau tak sedap di area Tempat Pembuangan/Pemrosesan Akhir (TPA) Cikolotok, Desa Margasari, Kecamatan Pasawahan, Purwakarta.
“Penyemprotan di sekitar TPA sampah Cikolotok ini menggunakan Biosaka N Level 1,” kata Sekretaris Daerah Purwakarta Sri Jaya Midan, di Purwakarta, Sabtu.
Kegiatan simulasi yang berlangsung di kawasan TPA Cikolotok ini bertujuan untuk menguji efektivitas Biosaka N Level 1 dalam membantu mengurangi bau tidak sedap.
Selain itu juga untuk mengetahui peningkatan kualitas lingkungan di area TPA tersebut.
Dalam pelaksanaannya, cairan Biosaka N Level 1 disemprotkan secara merata ke area timbunan sampah menggunakan drone. Sehingga, molekul air yang telah tercampur Biosaka tersebut menyebar dengan sempurna.
Selain melalui drone, cairan tersebut juga disemprotkan secara manual oleh sejumlah pejabat yang hadir.
Penggunaan Biosaka N Level 1 merupakan salah satu langkah strategis dalam mendukung pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan dan membantu menekan pencemaran udara akibat bau.
Sekda berharap kegiatan tersebut dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat dan nyaman di wilayah Purwakarta.
Sementara itu, hadir dalam kegiatan tersebut, mendampingi Sekda Purwakarta, Asda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Purwakarta Agung Darwis Suriaatmadja, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Erlan Diansyah serta Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Hadjanto Purnama.
TPA Cikolotok kini hampir mencapai batas kapasitas maksimal, dengan tingkat keterisian mendekati 90 persen.
Produksi sampah di wilayah Purwakarta mencapai sekitar 400 ton per hari Namun, yang mampu diangkut ke TPA hanya sekitar 150 hingga 200 ton per hari akibat terkendala armada. (LE)







