Gianyar, LenteraEsai.id- Memasuki fase new normal yang serentak dilakukan di Pulau Dewata pada 9 Juli 2020, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali melakukan peninjauan dan pemantauan terhadap beberapa pasar tradisional di Kabupaten Gianyar, Jumat (10/7).
Pemantauan antara lain tampak dilakukan di Pasar Umum Gianyar di Desa Samplangan, dan Pasar Desa Keramas, Kecamatan Blahbatuh. Kedatangan tim dari Disperindag Provinsi Bali dimaksudkan untuk melihat kesiapan kabupaten dalam menerapkan SE Gubernur Bali Nomor 3355 tentang Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru, khususnya di pasar tradisional.
Kepala Disperindag Provinsi Bali yang diwakili Sekdisperindag Nyoman Putra Astawa pada kesempatan itu menegaskan, ada beberapa yang perlu diperhatikan agar pasar tradisional tidak merebak menjadi klaster atau tempat penuran Covid-190 yang kini mewabah.
Selain harus penerapan protokol kesehatan secara ketat seperti pemakaian masker, tempat cuci tangan dan jaga jarak, juga yang tidak kalah pentingnya adalah memberlakukan strategi jam buka dan tutup pasar, sehingga terjadi pergeseran, ucapnya.
Dengan menghatur jam buka tutup, lanjut dia, masyarakat senantiasa tidak menumpuk di pasar tradisional, melainkan mereka akan memanfaatkan pedagang atau warung yang ada di sekitar tempat tinggalnya.
“Dengan berlakunya jam buka atau tutup pasar dapat mengurangi kerumunan di pasar yang biasanya terjadi pada pagi hari,” ujar Putra Astawa, menjelaskan.
Ditambahkan, dengan berlakunya SE teresebut semua protokol kesehatan akan menjadi role model kehidupan masyarakat di era baru. Khusus untuk di pasar, harus ada posko terpadu atau satgas penanganan Covid-19 yang dikepalai oleh kepala pasar. “Ini sebagai bentuk sinergi kita dalam menerapkan protokol kesehatan di pasar,” katanya.
Ia menyebutkan, masyarakat harus dipaksa untuk dapat mentaati protokol kesehatan seperti memakai masker, cuci tangan dan menjaga jarak. Karena jika tidak dipaksakan, mereka tidak akan terbiasa. Memakai masker ini harus dijadikan trend dalam tatanan kehidupan baru saat ini.
Berkaitan dengan itu, Putra Astawa mengharapkan kepada para pengelola pasar agar pemakaian masker dijadikan properti wajib di lingkungan pasar. Selain itu, pedagang juga wajib membawa hand sanitizer sebagai properti pribadi, dan thermogun atau alat pengecekan suhu juga wajib ada di pintu keluar masuk pasar.
Awasi Distributor
Putra Astawa menekankan, yang tak kalah pentingnya adalah, saat penyusunan protokol kesehatan di pasar tradisional ada 3 pelaku yang wajib memperhatikan protokol kesehatan, yaitu pedagang, pengunjung dan pengelola pasar yang berkewajiban menyediakan sarana dan prasarana.
“Ada yang sering dilupakan, yakni para distributor yang keluar masuk pasar mendistribusikan barang. Padahal, kebanyakan dari mereka datang dari luar daerah, bahkan mungkin berasal dari zona merah,” ucapnya.
Sehubungan dengan itu, Sekdisperindag Putra Astawa mengingatkan bahwa kedatangan para distributor sangat penting diperhatikan, terutama mengenai jam keluar masuk mereka membawa barang ke pasar. “Awasi mereka dengan ketat,” ujarnya, menandaskan.
Menanggapi hal tersebut, Kadis Perindag Kabupaten Gianyar Luh Gde Eka Suary menjelaskan, penerapan protokol kesehatan di pasar-pasar umum di Kabupaten Gianyar sudah cukup maksimal. Masing-masing pasar sudah memiliki gugus tugas intern penanganan Covid-19 dengan kepala pasar sebagai ketuanya.
Khusus untuk jam buka tutup Pasar Umum Gianyar dengan jumlah pedagang sekitar 1.885 orang, saat ini mulai beroperasi sejak pukul 07.00 sampai pukul 14.00 Wita.
Di pasar tersebut sekarang terdapat 9 wastafel atau bak cuci tangan yang diletakkan di tempat-tempat strategis, serta para pedagang diatur jaraknya dan di masing-masing pintu masuk (4 pintu masuk) terdapat petugas dengan membawa thermogun untuk mengecek suhu tubuh masyarakat yang keluar masuk pasar, ujar Eka Suary, mengungkapkan.
“Kami sudah memiliki posko di masing-masing pasar dengan kepala pasar sebagai ketuanya. Selain sarana prasarana protokol kesehatan yang cukup lengkap, tiap pagi kami juga menginstruksikan kepala pasar untuk tetap mengedukasi warga di pasar tentang pentingnya penerapan protokol kesehatan,” kata Eka Suary.
Kepala Pasar Umum Gianyar Nengah Nama Artawa menambahkan, khusus untuk pintu satu pihaknya lebih banyak menyediakan petugas untuk mengukur suhu tubuh pengunjung pasar. Mengingat di pintu satu difungsikan untuk pedagang lapak atau pasar bebas, sehingga akses masyarakat lebih banyak lewat di tempat itu.
Turut hadir pada kesempatan itu, Asisten 2 Setda Kabupaten Gianyar Drs I Wayan Suradnya, Kasatpol PP Gianyar Drs I Made Watha beserta Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Gianyar. (LE-GN1)







