Sepenggal Kisah Tentang Program Makan Bergizi dari Sudut Timur Jakarta

Menu makanan yang disajikan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk balita, ibu hamil, dan menyusui di Posyandu Dahlia 2 di RT 08 RW 01 Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, pada Jumat (10/1/2025). ANTARA/Lia Wanadriani Santosa.

Jakarta, 11/1 (ANTARA/LE) – Rita, warga Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, pada Jumat (10/1) bergegas menuju posyandu di dekat rumahnya, yang menjadi lokasi pelaksanaan program Makan Gratis (MBG) untuk ibu hamil, menyusui dan balita.

Ditemani buah hatinya yang masih berusia 4 tahun, dia memacu sepeda motornya menuju Posyandu Dahlia 2 di RT 08 RW 01. Jam menunjukkan pukul 09.15 WIB, dan rupanya pembagian makanan sudah dimulai sekitar 15 menit lalu.

Bacaan Lainnya

Sejumlah pejabat negara antara lain Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Ratu Isyana Bagoes Oka, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan bersama Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan Prita Laura pun sudah hadir menyaksikan kotak-kotak makanan dibagikan pada penerima sasaran.

Ada sekitar 45 orang penerima makanan dalam program yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu di Posyandu Dahlia 2. Mereka ini terdiri dari 10 orang ibu hamil, 13 ibu menyusui dan sisanya balita.

Masing-masing penerima mendapatkan menu makanan bergizi yang terdiri dari nasi rempah, hidangan telur yang dimasak dengan mentega, tumis labu siam dan bakso, buah jeruk, dan susu kemasan.

Hidangan tersebut disajikan dalam wadah berbahan baja tahan karat lengkap dengan penutup seperti halnya pada program MBG untuk anak sekolah.

Buah hati Rita menjadi salah satu yang tercatat menerima makanan tersebut hari ini. “Menunya enak dek?”, tanya Rita pada putrinya yang disambut dengan anggukan.

Usai ditanya tentang rasa makanan, Putri Rita kemudian memamerkan tas punggung yang dia sandang di bahunya. Rita berceloteh tas berwarna biru itu kualitasnya bagus. “Bisa buat sekolah ya dek” kata dia pada putrinya.

Ami, tetangga Rita juga mengatakan menu yang disajikan lezat. Kata dia, sang putri menghabiskan nasi beserta lauk bahkan sayurnya.

Pembagian makanan kala itu menjadi kali pertama bagi Rita, Ami dan penerima lainnya di Posyandu Dahlia 2. Informasi tentang pembagian makanan didapatkan dari ruang obrolan ibu-ibu di aplikasi WhatsApp.

Ketua Posyandu Dahlia 2 Kelurahan Susukan Corry TR mengatakan jumlah penerima MBG saat itu merupakan gabungan dari tiga posyandu di RW 1 yakni Posyandu Dahlia 1, 2, dan 3. Masing-masing posyandu mengajukan 15 nama penerima.

Para penerima ini nantinya berganti setiap harinya, namun jumlahnya tetap 15 orang per posyandu. Pelaksanaan kegiatan program MBG bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di RW 1 Kelurahan Susukan rencananya menggunakan dua tempat yakni lokasi Posyandu Dahlia 2 dan Rumah Susun BLK Pasar Rebo (keduanya berjarak sekitar 500 meter) mulai Senin mendatang.

Keputusan melaksanakan kegiatan di dua tempat dan hanya 15 orang per hari, kata Corry, memungkinkan semua penerima yang tercatat di posyandu merasakan manfaat program tanpa terlewat.

Waktu pembagian makanan dilakukan mulai pukul 08.00 WIB, baik ada maupun tidak ada pejabat pemerintah yang hadir, setelah semua penerima hadir di lokasi kegiatan. Bagi penerima balita yang tak hadir, maka dia akan mendapatkan makanan di kesempatan berikutnya.

Pembagian itu hanya berselang satu jam setelah hidangan diantar dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur MBG Susukan Ciracas, Jakarta Timur. Dapur Ciracas menjadi satu dari empat SPPG yang dioperasikan untuk program MBG selain SPPG Halim, SPPG Palmerah dan SPPG Pulogebang Cakung mulai 6 Januari 2025.

Selanjutnya, masih ada 13 SPPG lainnya yang dioperasikan bertahap mulai 9 Januari, lalu 13 Januari, 20 Januari, dan 30 Januari 2025. Dengan demikian, terdapat 17 SPPG yang berjalan pada Januari ini, dari rencana tahun 2025 sebanyak 153 SPPG.

Di setiap dapur, ada ahli gizi yang bertanggung jawab memastikan kalori makanan (energi) dan asupan gizi sesuai dengan kebutuhan penerima.

Ahli gizi SPPG Ciracas, Wiwit Suastika mengatakan adapun pemilihan menu berdasarkan dari observasi yang sudah pihaknya dilakukan pada Desember 2024. Dia memastikan menu makanan bisa diterima oleh semua kalangan penerima.

Pihak SPPG sudah menyiapkan 30 menu yang digilir setiap hari, sehingga menu yang sama akan didapati penerima setiap hari ke-30. Variasi menu ini, menurut Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan Prita Laura, dapat memenuhi kebutuhan gizi termasuk zat-zat mikro seperti D3.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih menyatakan masih berupaya menyusun skema terbaik untuk mengimplementasikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Penyusunan skema ini, kata Kepala Biro Kerja Sama Daerah (Karo KSD) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Marulina Dewi turut melibatkan Kepala SPPG dan Badan Gizi Nasional (BGN).

Adapun jumlah sasaran penerima MBG baduta (bayi di bawah usia dua tahun) dan atau anak usia 0-23 bulan di DKI yakni sebanyak 48.616 penerima, merujuk data dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Sementara untuk ibu hamil yakni sebanyak 2.212 orang dan ibu menyusui (anak usia 0-6 bulan) yakni 11.704 orang.

 

Tentang rasa dan penampilan

Menu makanan yang baik adalah yang memiliki komponen karbohidrat, lemak, protein, serta mikronutrien yang lengkap. Ini seperti dikatakan dituturkan dokter spesialis anak subspesialis nutrisi dan penyakit metabolik di RS Pondok Indah – Pondok Indah dr. Cut Nurul Hafifah, Sp. A, Subsp. N.P.M.

Apabila dibedah secara rinci, kebutuhan gizi khusus untuk anak maka jumlah berbeda-beda tergantung usia dan berat badan ideal. Merujuk Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) No. 28 Tahun 2019 anak atau bayi usia 0-5 bulan misalnya, dengan berat ideal 6 kg dan tinggi badan 60 cm, membutuhkan energi sebanyak 550 kkal, protein 9 gram, lemak total 31 gram, karbohidrat 59 gram, dan air 700 ml.

Lalu, anak usia 6–11 bulan dengan berat badan ideal 9 kg dan tinggi badan 72 cm, memerlukan energi 800 kkal, protein 15 gram, lemak total 35 gram, karbohidrat 105 gram, serat 11 gram dan air sebanyak 900 ml.

Selanjutnya, anak usia 1–3 tahun dengan berat bada 13 kg dan tinggi badan 92 cm perlu energi 1.350 kkal, protein 20 gram, lemak total 45 gram, karbohidrat 215 gram, serat 19 gram dan air sebanyak 1.150 ml.

Sementara anak usia 4-6 tahun dengan berat badan 19 kg dan tinggi badan 113 cm membutuhkan energi 1.400 kkal, protein 25 gram, lemak total 50 gram, karbohidrat 220 gram, serat 20 gram dan air sebanyak 1.450 ml.

Selain memastikan kecukupan gizi, penampilan hidangan menjadi hal penting berikutnya. Nurul mengatakan anak menyukai makanan dengan tampilan yang menarik dan berwarna-warni. Selanjutnya, rasa makanan. Jika rasanya tidak diperhatikan, maka kemungkinan anak hanya tertarik di awal tetapi tidak akan menghabiskan makanannya.

Program MBG di Indonesia, termasuk di DKI sudah berlangsung sepekan terhitung sejak diluncurkan resmi pada Senin (6/1) baik untuk peserta didik di sekolah maupun kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Berkaca pada rekomendasi pakar kesehatan, makanan yang disajikan kendati memperhitungkan kebutuhan gizi penerima, juga sudah seharusnya tak mengabaikan rasa dan penampilannya. (ANT/LE)

Pos terkait