Baliho ‘Adi-Parwa’ Menyebar, Parwata Nyatakan Siap Bekerja Untuk Rakyat

Baliho dan poster dukungan untuk Adi-Parwa kini cukup marak bermunculan di Kabupaten Badung. (Foto: LenteraEsai/I Made Astra)

Badung, LenteraEsai.id – Cukup maraknya baliho dan poster bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Bandung menyebar di sejumlah lokasi di wilayah Kabupaten Badung, Bali, ditanggapi oleh Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Badung I Putu Parwata, yang kini juga menjabat Ketua DPRD Badung.

Menjawab awak media massa usai menerima dua kelompok masyarakat di kediamannya daerah Dalung, Kuta Utara pada Senin (10/6) lalu, Putu Parwata mengatakan, penyebaran balilo dan poster sejumlah pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Badung itu, merupakan hak dan kewenangan yang dimiliki warga masyarakat pendukung masing-masing calon yang mereka jagokan.

Bacaan Lainnya

Seiring dengan itu, lanjut Parwata, PDI Perjuangan juga memberikan keleluasaan kepada kader dan non kader untuk mencalonkan diri, atau kemudian terjaring sebagai bakal calon Bupati maupun Wakil Bupati Badung pada Pilkada 2024. Jadi, melalui pemasangan baliho, spanduk, benner, poster dan bahkan lewat media sosial (medsos) atau serangkaian pertemuan dan sebagainya, memiliki tujuan untuk memperkenalkan para bakal calon mereka ke tengah-tengah masyarakat.

“PDIP memang tidak menghalangi para kader atau non kader yang terjaring sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati 2024 untuk mensosialisasikan diri di masyarakat, baik secara sendiri-sendiri maupun berpasangan. Nanti semua akan dilihat DPP PDIP atau Ibu Ketua Umum Megawati Sukarnoputri, untuk mempertimbangkan menurunkan rekomendasi,” ujar Parwata, bersemangat.

Parwata menyebutkan, adapun kader PDIP dan non kader yang terjaring sebagai bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Badung pada Pilkada 2024, antara lain I Made Sudarsa (kader PDIP Kuta Selatan), I Gusti Anom Gumanti (kader PDIP Kecamatan Kuta), I Putu Parwata (kader PDIP Kecamatan Kuta Utara), I Made Alit Yandinata (kader PDIP Kecamatan Abiansemal), I Nyoman Satria (kader PDIP Kecamatan Mengwi), Bimanatha (kader PDIP Kecamatan Petang).

Selain itu juga ada I Wayan Adi Arnawa (non kader/Sekda Badung), I Made Sutama (non kader/pensiunan ASN), I Ketut Suiasa (Wakil Bupati Badung) dan lainnya. Dalam perjalanan nantinya, tidak semua yang terjaring sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati yang bakal mendaftar. Mungkin hanya sebagaian saja, ucapnya, menjelaskan.

Disinggung paket ‘Adi-Parwa’ (Wayan Adi Arnawa-Putu Parwata) yang digadang-gadang maju dalam Pilkada Badung mendatang, Putu Parwata menyampaikan terima kasih kepada masyarakat. Ia mengatakan, kalau alam menghendaki dan Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri memberi mandat, dirinya siap. “Saya siap. Karena saya memang bernazar dan berkomitmen bekerja untuk rakyat,” katanya, tegas.

Bagaimana dengan Adi Arnawa yang masih berstatus ASN aktif ?, Parwata menjelaskan, sekarang belum masa kampanye. Sehingga untuk memperkenalkan diri ke masyarakat sebagai salah seorang bakal calon Bupati Badung, itu tidak dilarang. Karena kegiatan tersebut dilakukan di luar kedinasan. Tugasnya sebagai Sekda Badung tetap berjalan.

Mengenai kandidat Bupati dan Wakil Bupati Badung dari parpol lain yang pergerakannya makin gencar, Parwata menanggapi itu hak mereka. Dalam UU setiap warga negara berhak dipilih dan memilih. “Kan setiap parpol memiliki strategi sendiri-sendiri dalam merebut hati masyarakat,” ucapnya.

“Kami yakin dengan pengabdian PDIP di masyarakat selama ini, masyarakat masih mencintai PDIP. Serta akan memenangkan calon dari PDIP dalam Pilkada Badung yang akan datang,” ucap Parwata, penuh optimis.

Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak baru akan dihelat November 2024, tetapi pemantauan LenteraEsai (LE) di lapangan, terlihat pemasangan baliho dan poster kandidat kepala daerah sudah marak di ruang-ruang publik sejak beberapa hari ini.

Termasuk pemasangan baliho dan poster yang menggambarkan pasangan ‘Adi-Parwa’ dan yang lainnya, juga tak absen telah menyebar di sejumlah lokasi di wilayah Kabupaten Badung, mulai dari sekitar perkotaan sampai ke pelosok-pelosok pedesaan. Baliho-baliho itu berisi gambar figur tertentu lengkap dengan jargon-jargonnya. Hal serupa juga menghiasi ranah media sosial (medsos).

Pewarta: I Made Astra
Redaktur: Yanes Setat

Pos terkait