Singaraja, LenteraEsai.id – Penjabat (Pj) Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana tampak terjun langsung memimpin aksi bersih-bersih aliran sungai di Singaraja, Kabupaten Buleleng, Jumat (24/11/2023). Aksi bersih-bersih sebagai langkah antisipasi timbulnya banjir di musin hutan mendatang itu, dilakukan bersama unsur Forkopimda Buleleng dan warga masyarakat setempat.
Tanpa canggung-canggung, Pj Bupati Lihadnyana dan seluruh elemen yang terlibat, tampak memungut aneka sampah dari permukaan sungai, selanjutnya memisahkan antara sampah organik dan anorganik. Pada kesempatan itu juga, pejabat yang terlibat menuangkan cairan eco enzyme ke sungai.
Lihadnyana menyampaikan bahwa kegiatan bersih-bersih difokuskan pada saluran air, untuk mengantisipasi musim hujan yang tidak lama lagi akan turun. Jangan sampai sungai tersumbat dan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan pada musim penghujan mendatang.
Kegiatan kali ini dilakukan dengan tajuk ‘BuKal-Sih’ atau Buleleng Kali Bersih. Saluran air, menjadi fokus perhatian untuk dilakukan pembersihan karena Kabupaten Buleleng banyak sekali memiliki aliran sungai, ucapnya.
“Pertama saluran-saluran air kita bersihkan. Sekaligus memberi kesadaran kepada masyarakat yang tinggal di sekitar untuk tidak membuang sampah ke aliran sungai. Karena efeknya tidak baik,” kata Lihadnyana.
Pembersihan sungai dilakukan bersama-sama dengan unsur Forkopimda serta masyarakat. Mereka dilibatkan untuk bersatu-padu bersama seluruh jajaran pemerintah daerah mewujudkan kali bersih. Sehingga tidak hanya nyaman, namun juga aman dan terhindar dari bencana banjir pada saat musim hujan mendatang.
“Kami juga mengajak masyarakat ke depan perlahan-lahan untuk mengurangi penggunaan sampah plastik. Karena tidak bisa terurai secara alami pasti dibuang ke sungai. Maka hal ini sekaligus menjadi pendidikan lingkungan hidup,” ucapnya, menegaskan.
Lebih lanjut, ditekankan agar kegiatan ini bisa dilakukan secara rutin. Ia juga akan menginstruksikan melakukan kegiatan pembersihan saluran air hingga ke kecamatan-kecamatan lain melalui surat edaran dari Sekretaris Daerah. Untuk mengingatkan bahwa hari Jumat bisa dilakukan bersih-bersih sebagai bentuk olahraga. Dirinya juga menyampaikan bahwa telah melakukan pemetaan terkait titik lokasi rawan banjir, sehingga perlu melakukan pembersihan secara merata.
“Sehingga lingkungan di Buleleng benar-benar tertata menjadi bersih, indah, asri. Jangan sampai sudah terjadi banjir, baru bergerak melakukan pembersihan. Sebelum hujan saluran sudah disiapkan kondisinya agar arus air menjadi lancar,” ujarnya.
Lihadnyana memberikan apresiasi kepada seluruh elemen yang turut membantu kegiatan ‘BuKal-Sih’. Khususnya, kepada pasukan hijau atau pasukan pembersih dari DLH. Pj Bupati memberikan bingkisan kepada pasukan hijau yang selama ini bekerja keras membersihkan Kabupaten Buleleng, yang saat ini juga menjadi pasukan ‘BuKal-Sih’. Menurutnya, Buleleng boleh panas namun lingkungannya harus bersih dan asri berkat pasukan hijau.
“Seluruhnya terima kasih. Semoga Buleleng senantiasa diberikan keselamatan dan kerahayuan dan kita bisa terus memabangun Buleleng ke depannya,” kata Pj Bupati Lihadnyana, penuh semangat.
Pewarta: Anom Wijaya
Redaktur: Laurensius Molan







