Pascaterbakarnya Kapal Pengangkut, Penyaluran BBM ke Pulau Lombok Tidak Terganggu

Operasional mobil tangki di Pulau Lombok berjalan normal (Foto: Humas Pertamina)

Mataram, LenteraEsai.id – Pascainsiden terbakarnya kapal tangki pengangkut baban bakar minyak (BBM) di Pelabuhan Ampenan Mataram, Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (BNT), penyaluran dan suplai BBM ke pulau tersebut tidak terganggu.

Seperti telah diberitakan, MT Krintin, kapal pengangkut BBM yang tengah lego jangkar di Pelabuhan Ampenan Mataram, Minggu (26/3/20023) sore terbakar. Dalam peristiwa tersebut, tiga kru kapal dinyatakan meninggal dunia.

Bacaan Lainnya

Namun demikian, pihak Pertamina Patra Niaga memastikan suplai BBM tidak mengalami gangguan yang berarti. Hal tersebut terpantau dari hilir mudik mobil tangki Pertamina pada Senin di beberapa jalan raya Pulau Lombok.

Pjs Area Manager Comm, Rel & CSR Patra Niaga Jatimbalinus Taufiq Kurniawan mengatakan, Terminal BBM Ampenan total melayani BBM hingga 1.200 kilo liter Pertalite per hari ke 64 SPBU yang ada di Pulau Lombok. “Sampai dengan pukul 12.00 Wita pada Senin (27/3) siang ini, penyaluran telah terlaksana di atas 60% dari jumlah tersebut, dan akan terus bertambah sampai sore nanti menjadi 100%. Sejauh ini tidak terdapat kendala pasokan,” ujar Taufiq.

Untuk pasokan LPG karena bersumber dari Terminal LPG yang ada di Sekotong, Lombok, tidak ada kendala sama sekali. “Penyaluran LPG normal, tidak terpengaruh dan pelayanan di SPBE, agen dan pangkalan berjalan normal. Begitu juga dengan layanan Avtur untuk penerbangan tidak terganggu sama sekali di Depot Pengisian Pesawat Udara Bandara Internasional Lombok,” ucap Taufiq, menjelaskan.

Saat ini posisi stok di Terminal BBM Ampenan untuk Pertalite sebesar 2.200 kl ditambah floating storage sebesar 3.450 kl yang terdiri dari Kapal MT Marlin yang sedang melakukan loading produk Pertalite 959 kl, Pertamax 545 kl dan Biosolar 2.574 kl yang akan dilanjutkan Kapal MT Olivia dengan membawa muatan 2.500 kl Pertalite dan 1.700 kl Biosolar.

“Walaupun penyaluran normal, penebalan stok terus kami lakukan baik di Terminal BBM Ampenan maupun di supply point BBM di sekitarnya. Begitu juga dengan di SPBU sehingga masyarakat kami imbau untuk tidak panik,” katanya. (LE-Mat)

Pos terkait