Istanbul, LenteraEsai.id – Iran pada hari Jumat (6/11) memperingatkan bahwa Amerika Serikat berpotensi melancarkan serangan militer terhadap negara tersebut, meskipun dilaporkan telah menarik kapal perangnya dari wilayah tersebut, menurut kantor berita ISNA.
Juru bicara Angkatan Darat Iran, Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia, mengatakan kemungkinan aksi militer baru oleh AS tidak dapat dikesampingkan. Ia menduga Washington mungkin akan menyerang Iran lagi karena kesulitan politik yang dihadapinya.
Akraminia memperingatkan bahwa setiap serangan baru AS akan mendapat tanggapan tegas dari angkatan bersenjata Iran.
Merujuk pada instruksi pemimpin tertinggi Iran, Akraminia mengatakan bahwa respons militer terhadap setiap serangan harus dilakukan secara langsung, efektif, dan tanpa batasan geografis.
Dia menambahkan bahwa pangkalan dan kepentingan AS di luar Asia Barat dan Teluk berada dalam jangkauan rudal dan drone Iran, sehingga mereka bisa menjadi sasaran jika serangan dilancarkan lagi.
Juru bicara itu juga mengatakan bahwa Selat Hormuz tetap berada di bawah kendali strategis Iran dan tidak akan dibuka kembali sampai syarat-syarat yang ditetapkan oleh Teheran terpenuhi.
Ia menekankan bahwa angkatan bersenjata Iran tetap dalam kesiapan penuh untuk membela negara.
Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer terhadap Iran pada 28 Februari. Gencatan senjata kemudian tercapai pada bulan April, diikuti oleh nota kesepahaman pada bulan Juni untuk menyelesaikan kesepakatan perdamaian. Namun, berbagai upaya ini belum berhasil menyelesaikan konflik tersebut. (LE)
Source: ANTARA








