Lombok, LenteraEsai.id – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memperkuat kesiapan layanan energi menjelang gelaran MotoGP di Pertamina Mandalika International Circuit (PMIC), Nusa Tenggara Barat (NTB).
Pemantauan dilakukan terhadap ketersediaan stok BBM dan LPG, kelancaran distribusi, hingga kondisi pelayanan di SPBU. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat, wisatawan, dan pelaku usaha tetap terpenuhi selama berlangsungnya ajang internasional tersebut.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan peningkatan mobilitas masyarakat dan wisatawan menjadi salah satu perhatian Pertamina selama gelaran Mandalika.
“Pertamina terus melakukan monitoring stok, optimalisasi distribusi, dan pemantauan kondisi penyaluran di lapangan. Kesiapan ini kami lakukan untuk memastikan kebutuhan BBM dan LPG masyarakat tetap terpenuhi, sekaligus mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama gelaran Mandalika,” ujar Ahad.
Sebagai bagian dari kesiapan layanan, Pertamina menyiagakan tujuh SPBU di jalur wisata dan jalur menuju kawasan Mandalika. Rinciannya, tiga SPBU berada di Lombok Tengah, dua di Lombok Barat, dan dua SPBU lainnya di Kota Mataram.
Pertamina juga menyiapkan tambahan pasokan BBM sekitar 20 hingga 30 persen pada jalur wisata dan jalur menuju sirkuit. Penambahan dilakukan secara dinamis dengan mempertimbangkan throughput harian serta perkembangan kebutuhan di masing-masing SPBU.
Dari sisi pasokan, sebanyak lima armada kapal disiapkan untuk mendukung kelancaran suplai energi di NTB. Armada tersebut memiliki total kapasitas sekitar 34.400 kiloliter (KL) dan terdiri atas kapal tipe Small Tanker II dengan kapasitas 3.500–6.499 DWT.
“Dari sisi suplai dan distribusi, kami juga memastikan kesiapan armada dan pola suplai agar kebutuhan energi di wilayah NTB dapat terlayani dengan baik. Monitoring dilakukan secara berkelanjutan sehingga pola distribusi dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan,” kata Ahad.
Pemantauan distribusi dilakukan mulai dari titik suplai hingga lembaga penyalur. Pengaturan distribusi dilakukan secara dinamis berdasarkan perkembangan kebutuhan di lapangan, sehingga pasokan dapat dioptimalkan ke wilayah yang mengalami peningkatan permintaan.
Pertamina juga memonitor kondisi pelayanan di SPBU, termasuk potensi antrean kendaraan. Pengelola SPBU diminta mengatur pelayanan dan antrean agar tetap tertib serta tidak mengganggu akses maupun arus lalu lintas di sekitar SPBU.
“Apabila terdapat peningkatan antrean di SPBU, kami melakukan monitoring dan evaluasi untuk mengetahui kondisi serta penyebabnya. Pengelola SPBU juga kami dorong untuk mengatur pelayanan dan antrean dengan baik, sehingga masyarakat tetap dapat memperoleh BBM dengan nyaman dan tertib,” ujarnya.
Selain BBM, kesiapan pasokan LPG turut diperkuat. Pertamina memastikan penyaluran LPG melalui jaringan agen dan pangkalan resmi berjalan sesuai kebutuhan. Monitoring dilakukan secara berkala untuk mengantisipasi perubahan permintaan selama periode MotoGP Mandalika.
“Pertamina berkomitmen menjaga keandalan layanan energi selama gelaran MotoGP Mandalika. Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait dan melakukan evaluasi secara berkala agar kebutuhan energi masyarakat, wisatawan, dan pelaku usaha dapat terpenuhi dengan baik,” kata Ahad.
Pertamina mengimbau masyarakat melakukan pengisian BBM dan pembelian LPG secara bijak sesuai kebutuhan serta tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Informasi mengenai layanan dan produk Pertamina dapat diperoleh melalui aplikasi MyPertamina maupun Pertamina Contact Center 135. (LE-ViV)







