Tangerang, LenteraEsai.id – Kepolisian Daerah (Polda Banten) memastikan penemuan jenazah di perairan Pekon Balam, Kecamatan Pesisir Utara, Pesisir Barat, Lampung, tidak keterkaitan dengan insiden hilangnya kapal motor (KM) Arupadatu 1 yang membawa rombongan jurnalis di perairan Selat Sunda, Pandeglang pada (7/9).
“Kami memastikan bahwa penemuan mayat di perairan Pekon Balam, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, tidak berkaitan dengan KM Arupadatu I. Hasil identifikasi dan pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak terkait telah memastikan identitas korban,” ungkap Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea dalam keterangannya diterima di Tangerang, Senin.
Ia menjelaskan dari temuan jenazah di Kawasan Pesisir Barat, Lampung, saat ini identitasnya telah terverifikasi melalui serangkaian pemeriksaan medis dan identifikasi yang dilakukan oleh tim kepolisian setempat.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan visum, jenazah tersebut diketahui bernama Rangga Adriana bin Udin Safrudin (17), seorang remaja laki-laki yang merupakan warga Pekon Hanakau, Kecamatan Sukau, Kabupaten Lampung Barat,” jelasnya.
Menurut dia, awal mula penemuan jenazah tersebut diketahui oleh seorang warga bernama Binani (61). Saat itu, ia hendak melaut untuk mencari ikan pada Jumat (25/9) sekitar pukul 05.25 WIB.
“Saksi melihat sesosok mayat mengambang yang kemudian terbawa arus dan ombak hingga ke sekitar pesisir pantai Pekon Balam,” ucapnya.
Menerima laporan tersebut, tim SAR gabungan langsung bergerak melakukan penjemputan dan membawa jenazah ke Puskesmas Pugung Tampak untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Pihak keluarga korban pun telah membuat surat penolakan autopsi dan langsung membawa jenazah tersebut untuk dimakamkan secara layak.
Polda Banten mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru mengaitkan setiap penemuan jenazah di wilayah perairan dengan peristiwa hilangnya KM Arupadatu I sebelum ada hasil pemeriksaan dan verifikasi resmi dari pihak berwenang.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi. Setiap informasi terkait KM Arupadatu I tentu akan disampaikan berdasarkan hasil verifikasi dan pemeriksaan resmi. Masyarakat kami harapkan mengutamakan informasi dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan,” kata dia.
Sebelumnya, pihak kepolisian mengungkapkan hasil pencocokan DNA antara sampel antemortem terhadap jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, identik dengan identitas Surakman atau Sukarman (60), salah satu kru kapal cepat KM Arupadatu I yang membawa rombongan jurnalis hilang kontak.
Kepastian identitas tersebut diperoleh setelah tim Disaster Victim Investigation (DVI) Pusdokkes Polri melakukan pemeriksaan dan pencocokan data DNA secara mendalam.
Berdasarkan hasil pemeriksaan DNA operasi DVI Pusdokkes Polri terhadap jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, secara genetik dengan kode PM/62/P.Enggano/01, teridentifikasi sebagai Sukarman, ABK kapal yang merupakan ayah biologis dari Yayat (anak).
Untuk tahapan identifikasi temuan jenazah ini bermula dari operasi SAR terhadap delapan orang yang terdiri atas lima jurnalis dan tiga kru kapal Arupadatu I yang hilang kontak setelah bertolak dari Dermaga Pagedongan Carita, Kabupaten Pandeglang, pukul 14.00 WIB, untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Setelah sepuluh hari dilakukan operasi pencarian intensif oleh tim gabungan, titik terang mulai muncul pada hari kelima pencarian Sabtu (12/9). Di mana, aparat kepolisian daerah Bengkulu menemukan sesosok jenazah laki-laki tanpa identitas di perairan Sawang Bengkok, Desa Kahyapu, Kecamatan Enggano. (LE)
Source: ANTARA







