Jepang, LenteraEsai.id – Atlet skateboard Indonesia Ni Wayan Malana Fairbrother mengaku mendapat suntikan motivasi dari mimpi sang ibu ketika berhasil menuntaskan salah satu trik terbesar dalam karirnya pada final nomor street putri Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Aichi Sky Expo, Jepang, Minggu.
Malana yang finis di posisi keenam dengan total nilai 136,97 itu berhasil melakukan kickflip pada kesempatan trick kedua setelah gagal menuntaskan trik pertamanya.
“Ini adalah salah satu perlawanan terbaik yang pernah saya lakukan. Saya mungkin telah melakukan kickflip terbaik yang pernah saya lakukan. Saya tidak pernah melakukan kickflip sebesar itu sebelumnya,” kata Malana seusai perlombaan.
Menariknya, trik tersebut memiliki cerita tersendiri. Malana mengungkapkan bahwa sang ibu sempat bermimpi dirinya melakukan kickflip pada Asian Games.
“Saya belum bilang apa-apa ke dia mau melakukan trik apa. Tapi saya kemarin sudah menulis mau kickflip. Terus dia tiba-tiba ngomong, ‘Tadi malam aku mimpi kamu kickflip di Asian Games’,” ujar Malana.
Mendengar cerita tersebut, Malana kemudian menunjukkan kepada ibunya rencana trik yang telah ia tulis. Sang ibu pun menyadari bahwa trik yang muncul dalam mimpinya sama dengan yang hendak dilakukan putrinya.
“Terus saya bilang, ‘Ma, aku mau kickflip untuk best trick kalau bisa masuk.’ Dia bilang, ‘Wah, aku mimpi itu.’ Terus saya landing,” kata atlet berusia 14 tahun tersebut.
Keberhasilan itu langsung disambut Malana dengan ekspresi kegembiraan seusai melakukannya, yang kemudian diganjar niliai 75,69.
Meski gagal meraih medali, Malana mengaku tetap bangga dengan penampilannya pada Asian Games pertamanya. Ia menilai hasil tersebut justru menjadi dorongan untuk terus mengejar mimpinya.
“Saya benar-benar ingin mendapatkan medali. Tapi, kalau saya sudah memberikan semuanya dan masih tidak cukup, berarti saya harus terus berjalan. Saya harus terus mendorong impian saya,” ujar Malana.
Pada final nomor street putri, Malana mengawali penampilan dengan nilai 8,04 pada run pertama. Ia kemudian memperbaiki catatannya pada run kedua dengan 51,55 poin dan kembali meningkat pada run ketiga melalui penampilan yang menghasilkan 61,28 poin.
Memasuki sesi trick, Malana sempat gagal pada kesempatan pertama. Namun, ia bangkit pada kesempatan kedua dengan mengeksekusi kickflip dan mendapatkan nilai 75,69.
Malana kemudian gagal menyelesaikan trick terakhir sehingga total nilainya berhenti di angka 136,97 dan menempatkannya di posisi keenam.
“Saya memberikan semuanya. Saya sangat senang bisa berada di sini. Meskipun tidak mendapatkan medali, saya sudah melakukan yang terbaik,” kata Malana.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga, teman-teman, serta timnas Indonesia yang terus memberikan dukungan. Keluarganya tidak dapat hadir langsung di Nagoya, tetapi tetap menyaksikan perjuangannya dari Indonesia.
Asian Games Aichi-Nagoya menjadi pengalaman penting bagi Malana yang baru berusia 14 tahun. Ia mengaku sejak kecil mencoba berbagai olahraga, mulai dari renang, bola basket hingga sepak bola, sebelum akhirnya jatuh cinta kepada skateboard.
“Saya masih surfing, masih bermain basket, masih bermain sepak bola. Saya masih belajar juga. Jadi, saya hanya seorang 14 tahun yang biasa, yang hanya mengejar impian,” kata Malana.
Selanjutnya, ia menatap perjalanan menuju panggung dunia untuk tampil di Olimpiade Los Angeles 2028.
“Saya akan pergi ke Paraguay bulan depan dan semoga bisa berhasil di sana juga,” ujar Malana.
Untuk mewujudkan mimpi tersebut, Malana menyadari masih banyak hal yang perlu dikembangkan, termasuk kemampuan melakukan trik dengan tingkat kesulitan lebih tinggi.
“Saya pikir saya hanya harus mendapatkan trik yang lebih besar, lebih banyak kombinasi, dan saya harus tetap bahagia,” kata Malana.
Adapun medali emas nomor street putri diraih atlet China Zhu Yuanling dengan total nilai 166,57. Atlet Jepang OdaYumeka meraih perak dengan 161,96 poin, sedangkan perunggu menjadi milik rekan senegaranya, Cui Chenxi, dengan 156,60 poin. (LE)
Source: ANTARA








