Denpasar, LenteraEsai.id – Basarnas Bali mengevakuasi jenazah anak buah kapal (ABK) yang hilang di Pantai Pasir Putih Banyu Wedang, Desa Pejarakan, Buleleng.
“Jenazah dibawa ke darat untuk dikenali ciri-cirinya oleh pihak keluarga, pada pukul 10.23 Wita korban dibawa ke RSUD Buleleng dengan ambulans PMI Buleleng,” ucap Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng Kadek Donny Indrawan.
Kadek Donny dalam keterangan di Denpasar, Kamis, menjelaskan bahwa korban merupakan ABK Kapal Turmalin 384310 bernama Rafles Tafa Kusuma (17).
ABK asal Bogor itu dikabarkan terjatuh di laut Pantai Pasir Putih Banyu Wedang pada Selasa (30/6) pukul 00.30 Wita.
“Kronologisnya, sesaat sebelum kejadian pada hari Senin (29/5), sekitar pukul 21.00 Wita korban terlihat turun dari kapal Turmalin 384310 menuju Pantai Pasir Putih Banyu Wedang dengan menggunakan kapal cepat warna oranye dalam keadaan mabuk, lalu korban hendak balik kembali menuju kapal, namun sampai hari Selasa (30/6) siang korban belum berada di kapal,” ujar Donny.
Warga sekitar pantai kemudian menemukan kapal cepat yang ia gunakan malam itu terdampar di pesisir, sehingga pihak kapal berinisiatif melakukan pencarian, tetapi korban tak kunjung ditemukan.
Basarnas Bali baru menerima laporan hilangnya ABK pada hari Rabu (1/7) kemarin pukul 06.40 Wita, sehingga segera diberangkatkan tujuh personel dari pos Buleleng menuju lokasi.
Pencarian sorti satu dilaksanakan kurang lebih pukul 07.50 Wita dengan menggunakan satu unit rubber boat, tapi hingga 3 jam pencarian hasilnya nihil.
Penyisiran di perairan kembali dilakukan pada pukul 13.20 Wita menggunakan satu unit rubber boat dengan enam personel dan satu unit sekoci kapal denhan empat personel.
Personel Kantor Basarnas Bali sempat melakukan pencarian di bawah laut dengan cara snorkling dan diving, dengan jarak pandang kurang lebih 2 meter, dua orang menyelam sedalam 10 meter sementara SRU darat berjalan menyusuri sepanjang bibir pantai.
Karena tak kunjung mendapat lokasi korban, Basarnas Bali kembali melanjutkan pencarian, sejak pukul 08.05 Wita pagi tadi.
“Satu unit rubber boat dengan lima personel digerakkan menyisir area pencarian sesuai perencanaan, namun saat pencarian, SRU laut menerima informasi adanya penemuan dari seorang nelayan,” kata Donny.
Karena dicurigai sesosok tubuh mengapung di seputaran tumbuhan mangrove itu adalah ABK yang dicari, tim rubber boar merapat ke lokasi.
Korban yang ditemukan sesuai dengan yang dicari, yaitu laki-laki menggunakan baju biru dan celana pendek biru, posisi terlentang, dan langsung dievakuasi.
“Lokasi penemuan berada 5 meter arah tenggara dari titik ditemukan speedboat-nya,” ucap Donny.
Selama berlangsungnya operasi SAR, Basarnas Bali tidak sendiri, karena melibatkan TNI AL, Polairud Polres, Polairud Polda Bali, KPLP Pos Pengamatan, Polsek Gerogak, BPBD Buleleng, Satpol PP Grogak, Babinsa Pejarakan, Babinkamtibmas Grogak, Bhuana Bali Rescue, PMI Buleleng dan pihak rekan atau keluarga korban. (LE)
Source: ANTARA







