Denpasar, LenteraEsai.id – Pusat perbelanjaan Living World Denpasar, Bali, menekan emisi karbon hingga mencapai 1.224 ton setara karbon dioksida (CO2e) melalui pemasangan 905 unit panel surya sejak April 2024 guna mendukung program transisi energi bersih pemerintah.
“Itu menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung transisi energi bersih sekaligus meningkatkan efisiensi operasional,” kata General Manajer Living World Denpasar Maria Lucia Lazuardi di Denpasar, Jumat.
Ia menjelaskan panel surya itu dipasang di atap dengan kapasitas mencapai 500 kilowatt per jam (KWP).
Adapun capaian pengurangan emisi karbon itu, kata dia, setara dengan menghindari penggunaan batubara sebesar 572 ton atau menyamai daya serap karbon oleh sekitar 55.600 pohon dalam satu tahun.
Selain pemanfaatan energi terbarukan, mal itu juga mengoptimalkan efisiensi konsumsi energi listrik melalui desain kaca khusus untuk pencahayaan alami.
Untuk sumber daya air, pihaknya menggunakan daur ulang kondensasi dari pendingin udara serta menampung air hujan.
Sedangkan untuk sampah, Maria menggandeng pihak ketiga untuk mendaur ulang, seperti botol plastik, sumpit sekali pakai, hingga tusuk sate berbahan bambu.
Upaya berkelanjutan itu diharapkan mendukung target pemerintah dalam menekan timbulan sampah yang menumpuk di tempat pembuangan akhir.
Berdasarkan data Sistem Informasi Kinerja Pengelolaan Sampah Nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), jumlah timbulan sampah di sembilan kabupaten/kota di Bali mencapai 3.795 ton per hari.
Adapun Kota Denpasar berkontribusi paling besar, yakni 1.033 ton sampah per hari dan Kabupaten Badung sebanyak 876 ton per hari.
Berdasarkan data KLH, untuk Kota Denpasar, sebanyak 99,89 persen sampah belum terkelola dan baru 0,11 persen yang terkelola. (LE)
Source: ANTARA







