Pedagang Asongan Tewas Akibat Terjepit Kendaraan di Gilimanuk

Pedagang asongan tewas akibat terjepit kendaraan di Gilimanuk
Tim medis dan Kepolisian Resor Jembrana melakukan pemeriksaan terhadap korban yang terjepit kendaraan di dalam kapal yang sedang proses muat di dermaga LCM Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Kamis (21/5/2026). ANTARA/HO-Humas Polres Jembrana

Denpasar, LenteraEsai.id – Seorang pedagang asongan berinisial Syt (33) diduga tewas akibat terjepit kendaraan di dalam kapal yang sedang melakukan proses bongkar muat di dermaga LCM Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali.

“Berdasarkan keterangan anak buah kapal, korban ditemukan tergeletak di belakang truk boks,” kata Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk Ajun Komisaris Polisi (AKP) Gusti Kade Alit Murdiasa, di Jembrana, Bali, Kamis.

Bacaan Lainnya

Dia mengatakan, peristiwa naas yang menimpa warga Dusun/Banjar Penginuman, Kelurahan Gilimanuk ini terjadi sekitar pukul 03.20 WITA di Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya 5888.

Kemudian, kata dia, petugas membawa pedagang asongan ini ke Puskesmas Rawat Inap di Gilimanuk dengan menggunakan ambulans, namun nyawanya tidak bisa diselamatkan.

“Yang bersangkutan meninggal dunia karena luka berat akibat terjepit kendaraan. Kami mengimbau penumpang maupun pedagang untuk berhati-hati saat berada di geladak kapal yang memuat kendaraan,” katanya.

Belakangan cuaca kurang baik sering terjadi di Selat Bali yang menghubungkan Pelabuhan Gilimanuk dengan Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Unggahan di media sosial oleh penumpang kapal, ombak besar menyebabkan kendaraan di dalam kapal oleng cukup keras.

Sugianto, salah seorang nelayan di Kelurahan Gilimanuk mengatakan, saat ini memang memasuki musim timur ditandai dengan angin dan gelombang laut yang cukup besar.

“Kalau nelayan sudah paham. Sekarang masuk musim timur, gelombang laut pasti besar, apalagi di awal pasang,” katanya.

Menurut dia, berdasarkan pengalaman melaut di Selat Bali, ombak cenderung besar selepas tengah hari hingga menjelang dini hari.

“Kalau pagi ombak cenderung kecil, tetapi tetap terasa dibanding saat tidak musim timur,” katanya. (LE)

Source: ANTARA

Pos terkait