Lapas Tual Maluku Terapkan QR Code untuk Pengawasan Kamar WBP

Lapas Tual Maluku Terapkan QR Code untuk Pengawasan Kamar WBP
Petugas menggunakan kode QR untuk mendata setiap kamar dan blok hunian.

Ambon, LenteraEsai.id — Direktorat Jenderal Pemasyarakatan wilayah Maluku melalui Lapas Tual mengembangkan sistem kontrol kamar warga binaan pemasyarakatan (WBP) berbasis kode QR guna memperkuat pengamanan dengan dukungan teknologi informasi.

Kepala Lapas Tual, Nurchalis Nur, menjelaskan bahwa sistem ini menggantikan pencatatan manual saat petugas melakukan kontrol keliling di blok hunian. Setiap pintu kamar kini dilengkapi kode QR unik yang terhubung dengan basis data internal lembaga.

Bacaan Lainnya

Saat melakukan pengecekan, petugas cukup memindai kode menggunakan perangkat seluler resmi yang telah dipasangi aplikasi pengawasan. Sistem kemudian otomatis merekam waktu kunjungan, identitas petugas, kondisi kamar, serta jumlah WBP. Petugas juga dapat menambahkan catatan terkait keamanan, kebersihan, maupun temuan khusus.

Data hasil pemindaian tersimpan secara real-time dan dapat dipantau langsung oleh pejabat struktural. Aplikasi juga menampilkan daftar kamar yang telah dan belum diperiksa dalam satu siklus kontrol, sehingga meminimalkan kemungkinan kamar terlewat. Jika ada kamar yang belum dipindai, sistem akan memberikan notifikasi kepada petugas.

Menurut Nurchalis, digitalisasi ini meningkatkan efisiensi kerja sekaligus memperkuat akuntabilitas pengawasan. Laporan kontrol harian dapat direkap otomatis tanpa perlu penyalinan manual, sehingga dokumentasi lebih rapi dan mudah ditelusuri.

Inovasi tersebut juga mendukung upaya pencegahan halinar—handphone ilegal, pungutan liar, dan narkotika—serta menjadi bagian dari implementasi “3 Kunci Pemasyarakatan Maju”, yakni deteksi dini gangguan keamanan, pemberantasan narkoba, dan penguatan sinergi lintas pihak.

Pengembangan sistem turut melibatkan peserta magang sebagai bentuk kolaborasi dalam menghadirkan solusi teknologi yang aplikatif dan berkelanjutan. Lapas Tual berharap penerapan kontrol berbasis QR ini dapat menjadi model bagi satuan kerja pemasyarakatan lainnya dalam memperkuat sistem keamanan yang transparan dan modern. (LE)

Pos terkait