BWS Bali Paparkan Analisis Dugaan Banjir Pancasari Berasal dari Tebing Bali Handara

BWS Bali Paparkan Analisis Dugaan Banjir Pancasari Berasal dari Tebing Bali Handara
Pansus TRAP DPRD Bali melaksanakan rapat dengar pendapat bersama BWS Bali dan Bali Handara terkait dugaan penyebab banjir di Desa Pancasari.

Denpasar, LenteraEsai.id – Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali memaparkan hasil analisis awal terkait dugaan penyebab banjir di Desa Pancasari, Kabupaten Buleleng, yang disebut bersumber dari aliran air di kawasan tebing resor dan lapangan golf Bali Handara.

Kepala Satuan Kerja Pembangunan Bendungan BWS Bali Made Deni menjelaskan temuan tersebut disampaikan dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama DPRD Bali.

Bacaan Lainnya

“Berdasarkan hasil analisis, kejadian banjir di Pancasari bersumber dari aliran air yang berasal dari kawasan Bali Handara, khususnya dari tebing-tebingnya,” kata Made Deni di Denpasar, Kamis.

Ia mengungkapkan, BWS Bali telah melakukan pendokumentasian terhadap sistem drainase yang dibangun di kawasan resor tersebut. Kegiatan tersebut dilakukan bersama Balai Jalan Jatim Bali, Dinas PUPR Provinsi Bali, serta Dinas PUPR Kabupaten Buleleng untuk menyusun konsep awal identifikasi aliran air dari tebing.

“Dari hasil pemotretan drainase lokal di kawasan Bali Handara dan kondisi salurannya, kami menemukan bahwa aliran banjir berasal dari area tersebut,” ujarnya.

Selain itu, Made Deni menyebutkan bahwa aliran air dari sisi barat Jalan Nasional Singaraja–Denpasar juga turut menyumbang debit air yang cukup besar. Namun, hasil identifikasi menunjukkan adanya satu aliran utama yang bersumber dari kawasan Bali Handara.

Berdasarkan temuan tersebut, BWS Bali berencana mengintegrasikan seluruh saluran drainase menjadi satu titik aliran yang nantinya diarahkan menuju Danau Buyan, termasuk aliran dari kawasan Hutan Dasong dan sisi barat jalan nasional.

“Setelah identifikasi, kami akan menyusun konsep desain, termasuk perhitungan dimensi saluran, yang akan dihitung bersama balai jalan karena berkaitan dengan limpasan di jalan raya,” kata dia.

Ia menambahkan, adanya tambahan beban limpasan dari tebing Bali Handara membuat kapasitas tampungan air perlu ditingkatkan, salah satunya dengan memperbesar ukuran gorong-gorong di jalur jalan nasional.

“Di bagian hilir juga akan dilakukan normalisasi agar aliran menuju Danau Buyan berjalan lancar dan tidak terjadi penumpukan air sebelum masuk ke danau,” ujarnya.

Sebelumnya, Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali melakukan inspeksi mendadak ke kawasan Bali Handara. Sidak tersebut dilakukan menyusul dugaan bahwa aktivitas di resor dan lapangan golf tersebut menjadi penyebab banjir di Desa Pancasari yang merendam 47 rumah warga serta mengganggu aktivitas di jalur utama Singaraja–Denpasar.

Dalam RDP tersebut, Ketua Pansus TRAP DPRD Bali I Made Supartha meminta agar penanganan aliran air dilakukan dengan konsep terpadu, baik dari hulu maupun dari kawasan Bali Handara.

“Supaya tidak parsial dan tidak saling menyalahkan. Jika memang ada aliran air dari Bali Handara, maka solusinya adalah pelebaran saluran,” kata Supartha.

Pansus TRAP DPRD Bali juga menemukan sejumlah dugaan kejanggalan perizinan pada proyek yang berlangsung di dalam kawasan resor, termasuk terkait status kepemilikan lahan seluas 98 hektare. Atas hal tersebut, DPRD Bali memutuskan untuk melanjutkan pendalaman dokumen perizinan Bali Handara.

Sementara itu, Koordinator Operasional Bali Handara Budiada menyatakan pihaknya telah membangun waduk, kolam penampungan, serta sejumlah drainase untuk mencegah air hujan mengalir ke permukiman warga.

“Pada musim hujan, penampungan air penuh, bahkan area lapangan golf menjadi sangat becek karena aliran air dari kolam,” ujarnya.

Ia menambahkan, hingga saat ini terdapat lima saluran air yang telah dibangun. Namun, saluran tersebut tidak diarahkan ke Danau Buyan karena dikhawatirkan dapat mengganggu akses dan kenyamanan rumah warga di sekitarnya. (LE)

Pos terkait