Makassar, LenteraEsai.id – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar mengerahkan puluhan personel dalam Tim SAR Gabungan untuk mencari korban pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang diduga mengalami kecelakaan di wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar Andi Sultan dalam keterangan yang diterima, Sabtu, mengatakan operasi pencarian dilakukan di kawasan Leang-Leang setelah Airnav Makassar memberikan titik koordinat terakhir pesawat sebelum hilang kontak.
“Kami melaksanakan operasi SAR kecelakaan pesawat di wilayah Leang-Leang berdasarkan koordinat dari Airnav Makassar di sekitar Maros,” ujar Sultan.
Informasi dari General Manager Airnav, Kristanti, menyebutkan pesawat ATR 42-500 dengan rute Yogyakarta menuju Makassar hilang kontak di area Maros–Pangkep pada koordinat 04°57’08” LS dan 119°42’54” BT.
Pesawat tersebut membawa 11 orang di dalamnya yang terdiri dari delapan kru dan tiga penumpang.
Basarnas Makassar telah mengerahkan berbagai peralatan pendukung, antara lain mobil truk personel, drone pemantau udara, serta rescue car. Tim pencarian juga dibagi dalam beberapa gelombang keberangkatan.
Sortir pertama diberangkatkan sebanyak lima personel untuk melakukan asesmen awal di lokasi yang diduga menjadi titik jatuh pesawat. Selanjutnya, sortir kedua melibatkan 15 personel, sementara sortir ketiga mengerahkan potensi SAR tambahan hingga total sekitar 360 orang.
Operasi pencarian turut dibantu unsur TNI dan kepolisian guna mempercepat proses evakuasi dan penyisiran area yang sulit dijangkau. (LE-VJ)







