Tetap Tenang Saat Banjir Bali, OCTO Mobile Jadi Andalan Wisnu Halim

OCTO Mobile
Seorang nasabah tengah melakukan transaksi di kantor CIMB Niaga, Denpasar, Rabu (24/9/2025) - (Foto: Dok LenteraEsai/Tri Vivi Suryani)

Gianyar, LenteraEsai.id – Seorang karyawan swasta  bernama Wisnu Halim Kertawidjaja (49) sama sekali tidak menyangka bahwa dengan menjadi nasabah Bank CIMB Niaga, justru menjadi jangkar penyelamatnya ketika menghadapi musibah bencana alam. Pengakuan ini dikisahkannya, sembari mengenang musibah banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Bali pada 9-10 September 2025 lalu.

“Saat itu, memang hujan deras tak kunjung reda sejak tanggal 9 September 2025. Tapi saya masih bisa pergi ke Pemogan untuk bekerja seperti hari-hari biasanya, di perusahaan katering makanan. Namun hal berbeda saya alami pada tanggal 10 September pagi,” kisah Wisnu, mengurai kembali ingatannya pada musibah yang ramai disebut sebagai Banjir Bali.

Bacaan Lainnya

Pada tanggal 10 September 2025 pagi, Wisnu telah mengenakan jas hujan ketika mengeluarkan sepeda motor dari rumahnya yang  terletak di Batubulan, Gianyar, Bali. Deru motor menerobos rinai hujan yang mengguyur deras dari angkasa. Ia sudah membayangkan, nanti sesampai di kantornya, ia tinggal mengambil kotak-kotak makanan untuk diantarkan pada para pelanggan yang tinggal di wilayah Canggu, Badung.

Namun betapa terkejutnya, sesampai di jembatan Tohpati, perbatasan wilayah Gianyar-Denpasar, Wisnu mendapati pemandangan yang mendebarkan. Ia melihat air sungai meluap. Trotoar sisi kiri dan kanan, dinding jembatan dan pagar pembatas ambruk diterjang banjir.  Permukaan jembatan pun tidak nampak karena terendam luapan banjir yang menggolakkan air kecoklatan.

“Saya kemudian menelpon atasan, dan izin tidak masuk kerja karena tidak bisa melintasi jembatan. Saat itu, arus lalu lintas memang lumpuh. Dan kemudian saya memutuskan untuk berbalik pulang. Namun sebelum sampai rumah, saya singgah di toko kecil yang tetap buka untuk berbelanja makanan, supaya tidak keluar-keluar rumah lagi berhubung cuaca masih ekstrem,” ujar pria kelahiran Jakarta Barat ini.

Di sinilah, lanjut Wisnu, dirinya tidak henti-henti bersyukur karena memiliki aplikasi OCTO Mobile dari CIMB Niaga. Memiliki OCTO Mobile dalam genggaman, membuat Wisnu tidak merasakan kerisauan saat berbelanja di saat cuaca tidak bersahabat karena tidak perlu  menggunakan uang cash untuk bertransaksi.

Bahkan, sebenarnya sudah lama Wisnu menerapkan pola hidup cashless demi kepraktisan, sehingga tidak perlu sibuk berkeliling mencari Automated Teller Machines (ATM) jika ingin berbelanja. “Saya bersyukur tinggal di Bali, karena di mana-mana bisa berbelanja menggunakan QRIS. Bahkan belanja di warung kecil sekalipunpun, saya beli barang tanpa uang tunai karena biasa pakai QRIS. Nah inilah yang saya alami pada saat musibah banjir itu, saya tetap merasakan ketenangan, karena memiliki aplikasi OCTO Mobile,” kata Wisnu.

Sesampai di rumah, setelah meletakkan tentengan tas belanjaan dari warung, Wisnu melanjutkan duduk sembari menyaksikan rinai hujan di teras rumah. Hari ini jadwalnya membayar PDAM dan listrik. Sembari menyeruput kopi, Wisnu kemudian mengambil handphone dan melanjutkan membayar PDAM dan listrik menggunakan OCTO Mobile.

Bagi Wisnu, dulu sama sekali tidak terbayang bahwa cukup dengan memiliki satu aplikasi digital, yakni OCTO Mobile saja, namun bisa digunakan untuk berbagai keperluan sehingga hidupnya menjadi begitu termudahkan. Ia tidak merasa ribet harus memiliki banyak aplikasi. Ini dikarenakan cukup memiliki OCTO Mobile, maka bisa dipergunakan untuk: transfer dalam negeri (termasuk antar-bank), top-up pulsa atau e-wallet, membayar berbagai tagihan (PBB, PLN, pajak, PDAM, kartu kredit, dan lainnya), transaksi QR / QRIS & pembayaran tanpa kartu fisik (cardless): bisa dengan cara scan QR untuk membayar di merchant atau menggunakan QRIS OCTO Mobile. Selain itu, melalui aplikasi OCTO Mobile maka bisa digunakan untuk tarik tunai maupun setor tunai tanpa kartu ATM di ATM CIMB Niaga dan outlet tertentu.

“Saat ini, saya mulai belajar investasi. Lagi baca-baca edukasi tentang reksadana dan deposito. Dengan pakai OCTO Mobile saya bisa langsung berinvestasi. Ya, sesederhana itu hidup kalau pakai OCTO Mobile,” kata Wisnu sumringah.

Buku Tabungan Dua Kali Kebanjiran

Sudah delapan tahun Wisnu menjadi nasabah CIMB Niaga. Ia mengaku tidak ingin pindah ke lain bank, karena tidak pernah mengalami kendala sepanjang menjadi nasabah CIMB Niaga.

“Tepatnya pada tahun 2017, saya memulai menjadi nasabah CIMB Niaga. Mengapa membuka rekening di bank, ya karena saat itu saya mengawali pekerjaan sebagai sopir taksi online, ketika masih tinggal di Jakarta. Kan harus memiliki rekening bank. Setelah mempelajari beberapa bank, saya kemudian memutuskan untuk buka tabungan CIMB Niaga,” kata Wisnu.

Pertimbangan utama memilih CIMB Niaga, menurut Wisnu, adalah tidak ada biaya administrasi bulanan, yang bagi masyarakat kelas menengah ke bawah, merupakan hal yang cukup memberatkan. Apalagi nilai setoran awalnya tidak memberatkan masyarakat, cukup dimulai dengan menyetorkan mulai Rp 20 ribu, yang nanti otomatis dimasukkan dalam saldo. Kelebihan inilah, yang membuatnya tak ragu memilih menjadi nasabah CIMB Niaga.

Seiring perjalanan waktu, setelah dua tahun bekerja sebagai sopir taksi online, Wisnu akhirnya terpikir mengakhiri pekerjaannya karena makin sesaknya persaingan sesama pemain yang menekuni profesi serupa di Jakarta, Wisnu kemudian memutuskan pindah ke Bali pada akhir tahun 2019. Ia kini bekerja di sebuah perusahaaan katering premium, yang melayani pelanggan, khususnya kaum ekspatriat yang tinggal di Canggu dan sekitarnya.

Di Bali inilah, Wisnu kemudian menggunakan aplikasi OCTO Mobile, untuk memudahkan hidupnya. “Kalau dulu, perlu uang kan harus antri bank segala atau cari ATM CIMB Niaga di kantor cabangnya. Namun kini, dengan sistem cashless, maka cukup dengan memiliki aplikasi OCTO Mobile, hidup sudah sangat terbantu sekali. Satu aplikasi untuk banyak keperluan,” ujar Wisnu antusias.

Bahkan, saat masih dalam keadaan banjir melanda, Wisnu tidak segan mentransfer beberapa rupiah ke salah seorang temannya menggunakan OCTO Mobile. Ia merasa iba, karena temannya mengalami kejadian naas. Di mana uang tunai temannya yang semula diletakkan di atas meja, menjadi basah serta berhamburan di ruangan disebabkan kamarnya tergenang banjir.

Menyinggung soal banjir, lanjut Wisnu, ada kisah menarik yang berkaitan dengan buku tabungan CIMB Niaga yang dimilikinya. Menurutnya, buku tabungan miliknya telah dua kali terdampak musibah banjir. Pertama, saat banjir besar melanda Jakarta beberapa tahun silam, buku tabungannya sempat kebanjiran sehingga menjadi agak kusut ketika sudah dikeringkan. Dan kedua, lagi-lagi buku tabungannya kena musibah Banjir Bali pada 10 September 2025 lalu.

Wisnu Halim Kertawidjaja memperlihatkan buku tabungan CIMB Niaga yang dua kali terkena banjir – (Foto: Dok LenteraEsai/Wisnu Halim Kertawidjaja)

“Musibah memang tidak bisa dihindari, tapi paling tidak, kita bisa menjaga diri dengan memiliki OCTO Mobile, supaya hidup lebih simpel dan terlindungi. Bahkan di saat ada bencana sekalipun, kita tetap merasa tenang. Karena uang bukan ditaruh di dompet atau saku celana yang bisa rusak kena air,  melainkan berada di rekening CIMB Niaga,” kata pria yang hobi memancing di laut ini.

Sementara itu, melalui siaran pers pada Minggu (13/7/2025), Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan bahwa pada kuartal I tahun 2025, sebanyak 90 persen dari total transaksi finansial nasabah telah dilakukan melalui layanan branchless banking. Antara lain, mencakup: OCTO Mobile, OCTO Clicks, Bizchannel@CIMB, ATM, dan OCTO Pay (e-money). Belakangan, kaum generasi Z telah melirik dengan antusias pemanfaatan OCTO Mobile untuk mendukung daya produktif hidup sehari-hari.

“Aplikasi digital seperti OCTO Mobile menjadi super-app yang memudahkan transaksi harian nasabah,” kata Lani Darmawan.

Sementara itu, konsep perbankan yang komprehensif dan serba digital, telah diimplementasikan di 52 kantor cabang CIMB Niaga, yang terdiri dari 23 Digital Branch dan 29 Digital Hub. Hal ini tentunya sesuai misi yang diemban, di mana CIMB Niaga memang mengedepankan 3E: easy, efficient, dan always going the extra mile sebagai pengalaman hidup terbaik bagi nasabah. (Tri Vivi Suryani)

Pos terkait