GLU Pastikan Gedung Baru DPRD Badung untuk Maksimalkan Layanan

Wakil Ketua Komisi I DPRD Badung Gusti Lanang Umbara. (Foto: DPRD Badung)

Badung, LenteraEsai.id – Pembangunan gedung baru kantor DPRD Kabupaten Badung dipastikan untuk memaksimalkan layanan kepada masyarakat dan menggeliatkan bisnis para pelaku usaha mikro kecil dana menengah (UMKM). Hal ini diungkapkan Wakil Ketua Komisi I DPRD Badung Gusti Lanang Umbara saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (16/6/2025).

Seperti diketahui, gedung kantor ini sudah mulai digarap setelah Bupati Badung Wayan Adi Arnawa didampingi Ketua DPRD Badung Gusti Anom Gumanti meletakkan batu pertama atau groundbreaking yang menandai dimulainya konstruksi fisik. Gedung baru yang ada di sebelah selatan gedung lama ini akan dikerjakan PT Tunas Jaya Sanur dengan nilai kontrak Rp73 miliar dari pagu Rp85,7 miliar.

Bacaan Lainnya

Menurut GLU (demikian politisi PDI Perjuangan Dapil Petang ini biasa disapa, red), pembangunan gedung baru ini merupakan usulan seluruh fraksi yang ada di DPRD Badung. Hal ini didasari kebutuhan ruang dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Gedung yang ada saat ini memang sangat kurang dalam melaksanakan segala bentuk kegiatan dan menerima kunjungan-kunjungan masyarakat maupun konstituen yang datang ke DPRD Badung baik secara lembaga maupun personal menyalurkan aspirasi maupun memohon bantuan-bantuan yang bisa difasilitasi anggota DPRD masing-masing dapil,” tegas GLU yang juga Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Badung tersebut.

Pertimbangan lainnya, ujarnya, saat ini kantor DPRD Badung kekurangan ruangan untuk anggota Dewan karena ada penambahan jumlah anggota dari 40 menjadi 45 orang. “Sesuai UU, penduduk Badung saat ini sudah di atas 500.000 orang sehingga jumlah anggota Dewan pun bertambah menjadi 45 orang,” tegasnya.

Konstituen yang datang, ungkapnya, mulai lembaga tingkat banjar, sekeha teruna (ST), maupun desa adat. Selama ini, di gedung ada saat ini, pihaknya kewalahan untuk menampung. “Ketika masyarakat mau datang ke DPRD tentu merupakan suatu hal yang sangat positif. Berarti DPRD Badung ini masih dipercaya oleh masyarakat,” tegasnya.

Pembangunan gedung DPRD Badung baru, menurut GLU, juga tidak melupakan kebutuhan ruang publik. “Selain dibangun untuk ruangan dari masing-masing anggota Dewan yang representatif bisa menampung dan menerima masyarakat lebih banyak, gedung ini dilengkapi dengan fasilitas publik,” ujarnya.

Di lantai III misalnya, kata GLU, dibangun sebuah sarana semacam aula yang bisa digunakan masyarakat baik itu secara kelompok atau lembaga untuk sebuah pertemuan atau pertunjukan dengan kapasitas 100-300 orang. “Kalau sekarang memang kita punya Balai Budaya Giri Natha Mandala, tetapi di sana kapasitasnya untuk event-event yang besar. Kalau event kecil dilaksanakan di sana kan lebih besar biaya daripada manfaatnya,” katanya.

GLU memastikan, event-event kecil akan difasilitasi di gedung yang baru. Yang juga sangat penting, tegasnya, gedung baru akan dilengkapi ruang bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang ada di Badung untuk melaksanakan kegiatan bisnis. Mereka berdagang di sana. “Kita banyak dikunjungi oleh teman-teman DPRD dari daerah dan kabupaten lain. Di sana kita akan buka tempat bagi UMKM untuk melaksanakan jual beli atau transaksi,” katanya.

Terkait ini, katanya, DPRD Badung juga membuat regulasi bagi pengunjung dari pemerintahan kabupaten lain wajib mengunjungi kantong-kantong UMKM yang dibuka di gedung DPRD yang baru. “Regulasi ini akan dibuat sehingga bermanfaat bagi usaha menggeliatkan ekonomi terutama UMKM di Badung,” ungkapnya lagi.

Gedung baru ini, ungkapnya, akan menyediakan ruang bagi generasi muda untuk berkreasi dalam segala hal. Misalnya dalam bidang informasi dan teknologi (IT) dan kegiatan seni budaya.

Lebih dari itu, ujarnya, kantor baru juga akan dilengkapi dengan taman ramah anak dan ramah lingkungan. Masyarakat yang datang ke puspem Badung dapat menikmati fasilitas taman ramah anak dan ramah lingkungan tersebut. Yang pasti, dengan gedung baru tersebut, lembaga DPRD Badung bisa lebih bermanfaat untuk masyarakat.

Gedung yang ada sekarang, katanya, akan difokuskan untuk kegiatan sekretariat dan juga kegiatan sidang-sidang sesuai dengan yang ada saat ini. Gedung baru khusus untuk ruangan anggota Dewan dan ruangan masyarakat.

Ditanya soal anggaran yang dibutuhkan, GLU menyatakan, pagu Rp85,7 miliar tersebut merupakan anggaran tahap awal atau tahap konstruksi. Nanti akan ada tahapan-tahapan berikutnya. Secara keseluruhan, anggaran yang dibutuhan mencapai Rp200 miliar. “Kurang lebih sekitar Rp200 miliar sampai final,” tegasnya. (LE-VJ)

Pos terkait