Anggota Komisi III DPRD Badung Nyoman Satria Terima Kunjungan DPRD Sleman

Anggota Komisi III DPRD Badung I Nyoman Satria menerima tamu dari DPRD Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta Kamis, 22 Mei 2025. Pertemuan diisi berfoto bersama. (Foto: Humas DPRD Badung)

Mangupura, LenteraEsai.id – Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Badung I Nyoman Satria menerima kunjungan DPRD Kabupaten Sleman, Provinsi DI Yogyakarta, Kamis, 22 Mei 2025 pagi sampai siang. Politisi senior Fraksi PDIP itu menghandle tamunya seorang diri di ruang rapat Madya Gosana Lantai II Gedung DPRD Badung Mangupura.

Nyoman Satria dari Dapil Mengwi pagi itu mengenakan pakaian Adat Bali bernuansa merah. Ia datang tepat waktu pukul 10.00 WITA sesuai jadwal kunjungan DPRD Sleman, Yogyakarta. Sedang rombongan wakil-wakil rakyat Sleman sudah tiba di gedung DPRD Badung 30 menit sebelumnya dipimpin Ketua DPRD Sleman Gustan Ganda. Ikut mendampingi dua orang wakil ketua DPRD Sleman yang duduk di depan. Sedang puluhan anggota DPRD Sleman dan staf Sekretariat Dewan duduk di meja yang dibagi dalam dua sayap.

Bacaan Lainnya

Tanpa membuang-buang waktu, pukul 10.10 WITA Satria memulai pertemuan itu tanpa protokoler (MC). Diawali dengan mengenalkan diri. Dirinya dari Fraksi PDIP sebagai anggota Komisi III yang sudah duduk di DPRD Badung lima periode. Pernah meraih suara terbanyak yakni 20 ribu lebih pada penilu legislatif 2014 lalu. Dari 90 ribu lebih suara pemilih di dapilnya (Kecamatan Mengwi Red-). Sejumlah jabatan penting di DPRD Badung seperti Ketua Komisi III, Banggar dan sebagainya.

“Sedianya Bapak Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti menerima langsung bapak dan ibu terhormat. Namun karena ada agenda lain beliau menugaskan saya,” papar Satria seraya menyampaikan permohonan maaf pada tamunya.

Dijelaskan juga, jumlah anggota DPRD Badung termasuk empat unsur pimpinan hasil Pileg 2024, sebanyak 45 orang: 27 PDIP, Golkar 11, gerindra 4 dan Demokrat 3 orang yang kemudian Demokrat gabung ke Fraksi PDIP. Sehingga jumlah F-PDIP menjadi 30 orang. Periode sebelumnya anggota DPRD Badung termasuk pimpinan 40 orang.

Bukan hanya itu, kepada tamunya DPRD Kabupaten Sleman, Nyoman Satria pun melengkapi penjelasannya. Seperti APBD Badung 2025 sebesar Rp10,7 Triliun lebih, dengan pendapatan asli daerah (PAD) dirancang Rp9,6 Triliun lebih. Kabupaten Badung masih bertumpu pada sektor pariwisata, sesuai potensi daerah. Tetapi dikatakan, pendapatan Badung yang besar selama ini, tidak digunakan sendiri. Melainkan berbagi dengan kabupaten lain di Provinsi Bali, juga Provinsi lInnya. Dengan tageline ‘Dari Badung membangun Bali dan Indonesia’. Pendapatan itu dikembalikan ke masyarakat melalui program pembangunan fisik, kesehatan, pendidikan, sosial dan lainnya.

Menurut Satria, Bali termasuk Kabupaten Badung di dalamnya sebagai tujuan wisata, tetap menjaga kelestarian budaya, toleransi, kelestarian alam, obyek -obyek wisata, kebersihan, keramahan, keamanan dan kenyamanan wisatawan.

“Belakangan kami dihadapkan pada tantangan kemacetan di beberapa titik, juga masalah kebersihan. Serta wisatawan yang tinggal di rumah-rumah kost. Rumah sendiri belum kena pajak. Itulah menjadi fokus Pemkab Badung sekarang ini. Solusinya harus membuka akses-akses jalan baru. Caranya dengan pembelian lahan dengan rencana pinjaman dana sebesar Rp3 Triliun untuk pembangunan infrastruktur,” jelasnya.

Pimpinan rombongan yang sekaligus Ketua DPRD Kabupaten Sleman, Provinsi DI Yogyakarta Gustan Ganda mengatakan, pihaknya berkunjung ke Badung memang bertujuan belajar tentang kepariwisataan. Karena kunjungan wisawan ke daerahnya, baik wisatawan nusantara maupun asing selama ini belum signifikan. Makanya beruntung sekali sudah mendengar paparan mengenai kiat-kiat Badung mengembangkan kepariwisataan. Sehingga wisatawan membludak datang dan sampai-sampai mengakibatkan kemacetan di mana-mana.

“Tujuan kami ke sini (Kabupaten Badung red-) adalah belajar kepariwisataan. Bersyukur dan beruntung tadi sudah mendapat penjelasan panjang lebar dari Nyoman Satria. Yang banyak tahu mengenai pariwisata Badung, karena sudah lima periode duduk di kursi legislatif. Khususnya faktor pentingnya maskahbkeamanan, kenyamanan, toleransi dan keramahan penduduk. Mudah-mudahan bisa ditiru dan ditindaklanjuti untuk Kabupaten Sleman ke depan, ” ujar Gustan Ganda diselingi kelakar segar.

Usai menerima DPRD Sleman, Satria menjawab awak media menjelaskan. Pihaknya barusan sudah memaparkan potensi daerah, profil APBD dengan pendapatan terbesar dari PAD. “Kami juga sampaikan sejumlah permasalahan yang dihadapi Kabupaten Badung. Seperti kemacetan, kebersihan dan lainnya. Hingga rencana Pemkab Badung pinjam dana Rp3 Triliun untuk perbaikan insfrastruktur,” katanya seraya senyum.

Pewarta: I Made Astra
Redaktur: Laurensius Molan

Pos terkait