judul gambar

Kapolsek yang Terlibat Judi Sabung Ayam di Bone, Dicopot

ARSIP - Pengunjung mengamati pertarungan sabung ayam di pasar ayam Berok Kota Lama, Semarang, Jawa Tengah. (Foto: ANTARA)

Makassar, 26/6 (ANTARA/LE) – Kapolsek Kahu berinisial AKP EG yang diduga kuat terlibat praktik judi sabung ayam di Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), dicopot dari jabatannya oleh Kapolda Sulsel Irjen Pol Andi Rian Djajadi.

“Sudah saya keluarkan SK-nya (pencopotan) tadi malam, Kapolsek Kahu, inisial EG. Karena terbukti terjadi praktik perjudian sabung ayam. Jadi ini berdasarkan laporan dari tokoh masyarakat,” ujar Kapolda Andi kepada pers di Kabupaten Maros, Selasa (26/6/2024).

Bacaan Lainnya

Oknum yang bersangkutan saat ini ditarik ke Polda Sulsel untuk menjalani pemeriksaan berkaitan dengan pelaporan, termasuk bukti-bukti yang ditemukan tim saat melakukan kroscek di kabupaten setempat.

“Ini laporan tokoh masyarakat yang bertemu saya secara langsung, kemudian saya perintahkan tim dari Polda segera turun untuk dicek, ternyata memang betul ada,” ungkapnya.

Selain di Kabupaten Bone, pejabat Polri lainnya juga diduga terlibat judi sabung ayam di Polres Kabupaten Toraja Utara ada dua orang, masing-masing menduduki jabatan Kepala Satuan atau Kasat yakni Kasat Intel dan Kasat Reskrim. Keduanya telah dicopot dari jabatannya.

“Jadi sementara kita tarik ke Polda (Kapolsek Kahu) untuk pemeriksaan. Untuk Toraja Utara, sedang berproses di Propam, karena kita lihat nanti, apakah pidananya. Paling tidak, sebagai anggota Polri itu disiplin, paling tidak itu,” ucapnya, menegaskan.

Kapolda menekankan, sesuai dengan perintah pimpinan Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri) agar menindak tegas bagi anggota Polri yang terlibat pelanggaran hukum untuk dijatuhkan saksi berat.

“Ini perintah Kapolri, berarti berlaku untuk seluruh anggota Polri, berlaku untuk 480 ribu personel Polri se-Indonesia, tanpa terkecuali,” kata mantan Kepala Divisi Propam Polri ini menjelaskan.

Mantan Kapolda Kalimantan Selatan ini menyatakan tidak ada kompromi bagi anggota Polri yang terlibat melanggar hukum termasuk judi, sebab diawal ia sudah menyampaikan kebijakan dan imbauan agar anggota jangan sekali-kali terlibat praktik judi karena sanksinya tegas. (ANT/LE)

Pos terkait