Klungkung, LenteraEsai.id – Ancaman di media sosial oleh sekelompok remaja yang yang terhimpun dalam sebuah geng motor membuat masyarakat khususnya yang bermukim di Kota Denpasar resah.
Namun ternyata keresahan itu tidak hanya menghantui masyarakat di Kota Denpasar,masyarakat di daerah lain di Bali pun ikut was-was.
Terkait hal tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Klungkung Anak Agung Gde Anom meminta seluruh masyarakat tetap waspada. Disamping itu menurutnya semua stakeholder bersama aparat kepolisian harus bersinergi untuk mengantisipasi geng motor itu masuk ke wilayah Klungkung.
“Selain itu aparat Dinas dan Adat, yowana-yowana (Sekaa Truna Truni), kemudian sekolah-sekolah juga harus bersinergi mengantisipasi hal tersebut,” tegasnya Rabu (29/5).
Melalui Sekaa Truna Truni, pihaknya berharap agar anak muda diberikan sosialisasi atau pemahaman mengenai geng motor itu sendiri. Dan lewat Sekaa Truna Truni, anak muda diharapkan dapat melakukan kegiatan yang positif sehingga terhindar dari kegiatan yang negative, salah satunya ikut geng motor.
Sementara itu Kasat Lantas Polres Klungkung IPTU Made Erdiana Putra menjelaskan bahwa pihaknya senantiasa melaksanakan kegiatan preemtif, diantaranya melalui unit kamsel melaksanakan imbauan dan sosialisasi ke sekolah-sekolah, kemudian melalui unit Turjawali melaksanakan kegiatan patrol yang disebut Blue Light Patrol.
“Hal tersebut dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat Klungkung dan juga meniadakan adanya niat serta kesempatan seseorang untuk melakukan perbuatan yang melanggar hukum,” tegasnya.
Pewarta: Vika Jantika
Redaktur: Laurensius Molan







