Denpasar (ANTARA/LE) – Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Bali Tjok Bagus Pemayun mengatakan, sejumlah delegasi utama atau kategori very very important person (VVIP) yang hadir pada giat World Water Forum (WWF) ke-10 di Nusa Dua, Bali, akan terbebas dari pungutan wisatawan mancanegara (wisman).
“Ada beberapa delegasi yang menjadi pengecualian. Kalaupun mereka mengajukan beberapa nama, nanti akan kami verifikasi dulu,” kata Kadispar Pemayun kepada pers di Denpasar, Jumat (26/4/2024)
Kadispar Bali menjelaskan bahwa sejak 14 Februari 2024 lalu ada kebijakan Peraturan Daerah Bali Nomor 6 Tahun 2023 tentang Pungutan bagi Wisatawan Asing untuk Perlindungan Kebudayaan dan Lingkungan Alam Bali.
Dalam Perda tersebut termuat kewajiban pembayaran pungutan bagi seorang wisman sebesar Rp150 ribu setiap datang berkunjung ke Bali, sehingga kebijakan ini juga berlaku bagi delegasi World Water Forum.
“Dari panitia juga nanti akan menyampaikan mana sejumlah tamu VVIP untuk pengecualian. Jadi sisanya (delegasi lain) dari 193 negara itu, bayar sebagaimana mestinya,” ujar Pemayun, menjelaskan.
Hingga saat ini ia mengaku belum sampai ke proses pemilahan tersebut, karena Pemprov Bali dan jajaran di daerah masih bergotongroyong menyiapkan fasilitas karyawisata dan titik pertemuan.
Selain ini mereka juga sedang mengerjakan pembagian tugas pemasangan penjor atau bambu berbalut janur di sepanjang jalur yang akan dilewati puluhan ribu delegasi sebagai bentuk penyambutan.
“Kadang tugas lain juga ada seperti penjor kami kolaborasi, di jalur bandara itu tugas Otban (otoritas bandara), ada yang Pemda Badung, ada Jasamarga Tol, ada ITDC, Pemkot Denpasar, The Meru, dan Pulau Serangan,” sebutnya.
Terkait pungutan wisman, hingga saat ini kebijakan tersebut terus bergulir, terhitung sekitar dua bulan Pemprov Bali telah mengantongi uang sebanyak Rp67 miliar dari lebih 400 ribu wisman yang membayar.
Meski terlihat tinggi, Kadispar Pemayun mengakui baru 40 persen dari wisman yang masuk Bali yang sudah melakukan pembayaran, sehingga ia berharap semakin banyak kegiatan skala besar seperti World Water Forum berlangsung nantinya akan semakin banyak kunjungan ke Bali.
World Water Forum sendiri akan berlangsung 18-25 Mei 2024 dengan tema besarnya ‘Water for Shared Prosperity’ atau ‘Air Untuk Kesejahteraan Bersama’ yang dijadwalkan dihadiri delegasi dari sekitar 193 negara di dunia. (Ant)








