Buleleng, LenteraEsai.id – Kawasan hutan di wilayah pegunungan di dekat area Pura Batu Kursi Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali bagian utara, dilaporkan mengalami musibah kebakaran dengan kobaran api yang mengepulkan asal tebal dalam puluhan meter ke angkasa.
Kobaran api yang juga tersertai suara letupan-letupan cukup keras, pernama kali diketahui penduduk setempat pada Selasa sore, 11 Juli 2023 sekitar pukul 17.00 Wita. Namun tergolong mujur, amuk si jago merah yang nyaris berlangsung semalaman itu dapat diatasi tim gabungan setempat pada Rabu (12/7) dini hari sekitar pukul 03.00 Wita.
Kapolsek Gerokgak Kompol Gusti Nyoman Sudarsana SSt ketika dihubungi siang harinya membenarkan bahwa kebakaran kawasan hutan di pengunungan Desa Pemuteran itu telah berhasil diatasi tim gabungan yang diterjunkan ke lokasi kejadian.
Kapolsek bersama Kasat Samapta Polres Buleleng AKP Wayan Sukrawan SAP dan regu dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kabupaten Buleleng yang dipimpin I Putu Budiartawan, langsung meluncur ke lokasi kejadian begitu menerima laporan dari masyarakat, untuk melakukan tindakan guna mengatasi kebakaran hutan tersebut.
Dua kendaraan Water Cannon milik Polri dan milik Dinas Damkartan Kabupaten Buleleng, diterjunkan di sekitar kawasan Pura Batu Kursi untuk mengantisipasi agar lidah api tidak sampai merembet ke areal pura yang jaraknya tidak begitu jauh dengan amuk si jago merah.
Sebanyak 42 anggota personel gabungan dari Polsek Gerokgak, Samapta Polres Buleleng, Dinas Damkartan Buleleng, BPBD Buleleng, Dinas Kehutanan UPTD KPH Bali Utara dan masyarakat setempat, malam itu ‘bekutat’ dan siap siaga di kawasan Pura Batu Kursi untuk mengantisipasi kobaran api yang tampak semakin liar.
Tindakan yang dilakukan oleh tim gabungan di antaranya melakukan penyemprotan di bagian kaki pegunungan di sekitaran tangga masuk Pura Batu Kursi supaya api tidak merambat ke pura dan juga pemukiman penduduk yang ada di sekitar itu, kata Kapolsek Sudarsana, menjelaskan.
Tergolong mujur, upaya yang dilakukan tim gabungan berhasil meredam lidah api untuk tidak sampai merembet ke bangunan Pura Batu Kursi dan juga Pura Goa Putri, serta ke kawasan pemukiman penduduk yang ada di bagian bawah kaki pegunungan, ucapnya.
Kapolsek Gerokgak menyampaikan, api dapat dipadamkan sekitar pukul 03.00 Wita berkat kebersamaan semua pihak yang turut serta mengantisipasi merambahnya kebakaran hutan yang terjadi dengan cukup besar sepanjang sore dan malam hari itu.
“Tidak ada korban jiwa, luka-luka dan bangunan fisik akibat kebakaran hutan ini, karena yang terbakar hanya rumput ilalang dan beberapa pepohonan yang ada di kawasan hutan,” ujar Kapolsek sembari mengatakan bahwa penyebab kebakaran sampai saat ini belum dapat diketahui secara pasti, sehubungan titik awal api berada di tengah hutan. (LE/Bel)







