Fasilitasi Kreativitas, Pemkot Denpasar Segera Gelar Kesanga Festival

Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara dan Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa saat menjadi narasumber pada Talkshow bertajuk ‘Berkarya Asik Dengan Non Organik’ serangkaian Kesanga Fest di Selasar Ruang Taksu, Gedung Dharma Negara Alaya Denpasar (Foto: Dok Humas Pemkot Denpasar)

Denpasar, LenteraEsai.id – Melihat perkembangan kreativitas positif di kalangan generasi muda, seyogyanya dilakukan apresiasi sehingga anak remaja mendapat wadah yang tepat dalam menuangkan potensi, terutama dalam berkesenian.

Pemkot Denpasar kini melakukan hal itu melalui sinergitas bersama antara Pasikian Yowana MDA Kota Denpasar dan kelompok ‘Sing Main-Main Official’, yang akan menggelar Kesanga Festival Tahun 2023.

Bacaan Lainnya

Kegiatan tersebut merupakan wadah kreativitas anak muda Denpasar di bidang seni Ogoh-ogoh. Demikian diungkapkan Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara dan Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa saat menjadi narasumber pada talkshow bertajuk ‘Berkarya Asik Dengan Non Organik’ serangkaian Kesanga Fest, di Selasar Ruang Taksu, Gedung Dharma Negara Alaya Denpasar, Minggu (29/1/2022).

Selain itu, kegiatan yang di-hosting langsung Go Andik bersama Agung Suyoga dan dihadiri seluruh perwakilan STT se-Kota Denpasar itu, turut mengundang narasumber yang ahli di bidangnya. Mulai dari I Nyoman Gede Sentana Putra atau yang akrab disapa Kedux, hingga Gusman Surya, I Gede Anom Ranuara atau yang akrab disapa Guru Anom, dan Direktur Operasional Bali CMPP, Andrean Raditha. Tampak hadir pula Ketua MDA Kota Denpasar AA Ketut Sudiana, Kadis Kebudayaan Kota Denpasar Raka Puwantara dan Ketua Pasikian Yowana Kota Denpasar AA Angga Harta Yana.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Jaya Negara yang didampingi Wawali Arya Wibawa mengatakan, pelaksanaan Kesanga Festival ini merupakan sebuah event untuk mewadahi kreativitas anak muda Denpasar di bidang seni Ogoh-ogoh. Hal ini juga menambah panjang daftar event yang bisa menjadi rujukan masyarakat Kota Denpasar.

‘Setelah ada Denfest dan D’Youth Fest, kini kita menggagas Kesanga Fest. Tujuannya jelas, untuk mewadahi kreativitas anak muda di bidang seni Ogoh-ogoh menjelang Nyepi, bahkan untuk mendukung kreativitas STT di Kota Denpasar. Pemkot telah mengucurkan Dana BKK yang besarnya Rp10 juta per STT, dan akan berlanjut setiap tahunnya,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, secara tradisi, Ogoh-ogoh merupakan sebuah sarana untuk ‘nyomya’ Bhuta Kala saat Tilem Kesanga atau yang lebih dikenal dengan Malam Pangerupukan. Pun demikian, kini dikemas lebih menarik, sehingga selain untuk tradisi, juga memberikan ruang secara kreativitas dan ekonomi.

“Nanti kita pusatkan di Kawasan Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung, ada Lomba Sketsa Ogoh-ogoh, ada Lomba Ogoh-ogoh mini, dan Parade Ogoh-ogoh hasil seleksi per kecamatan, dan tentunya ada stand UMKM dan Ekraf. Selain itu juga kita beri kesempatan para sekehe teruna untuk mengisi stand Ekraf lewat merchandise-nya,” ujarnya.

“Dan setelah pelaksanaan festival selesai, Ogoh-ogoh dikembalikan ke masing-masing desa adat untuk mengikuti prosesi sesuai dengan desa kala patra setempat. Nanti konsepnya antara tradisi dan kreativitas sama-sama jalan, intinya kreativitas harus terus tumbuh dan berkembang,” ucapnya, menandaskan.

Salah satu narasumber, I Gede Anom Ranuara mengatakan, jika dilihat dari sejarahnya, Ogoh-ogoh berkaitan dengan budaya subak atau pertanian di Bali. Di mana, dengan perjalanan waktu, keberadaan Ogoh-ogoh terus berkembang. Jika dilihat dari filosofi agama, Ogoh-ogoh tertuang dalam tutur rare angon.

Dikatakan Anom Ranuara, saat ini Kota Denpasar tetap konsisten dalam memberikan kreativitas terhadap seni Ogoh-ogoh. Hal ini utamanya fungsi Ogoh-ogoh sebagai pengiring upacara keagamaan yang mengutamakan estetika.

“Kita tetap konsekuen pada filosofi agama dengan mengutamakan estetika. Dan yang saat ini terus berkembang adalah kreativitas dan inovasi dari para undagi, yang dalam hal ini adalah sekehe teruna,” ujarnya, menjelaskan.

“Ke depan Kesanga Fest terus tumbuh dan berkembang menjadi suatu ajang untuk kreativitas tanpa batas Yowana Kota Denpasar yang bernapaskan Vasudhaiwa Kutumbakam, yang juga memberikan ruang terhadap pengembangan UMKM dan Ekraf,” kata Anom Ranuara. (LE-DP)

Pos terkait