Amlapura, LenteraEsai.id – BPBD Karangasem turun untuk menangani puluhan peristiwa bencana alam sebagai dampak dari cuaca ekstrem angin kencang yang melanda wilayah kabupaten di Bali bagian timur sejak 22 hingga 25 Desember 2022.
Penanganan bencana yang dimaksud didominasi oleh bencana pohon tumbang yang tidak sedikit juga telah merusak rumah milik penduduk, fasilitas umum, bangunan pura dan bahkan pohon yang tumbang melintang sempat menyumbat jalan raya hingga memacetkan arus lalu lintas.
Selain itu, angin kencang juga menerbangkan beberapa atap rumah milik warga, serta merusak salah satu pelinggih di Pura Kawitan Pasek Celagi di Desa Tianyar, dan beberapa pelingih di Pura Pasek Batan Bingin Desa Gegelang, Kecamatan Manggis, serta di beberapa pura daerah lainnya.
Kepala Pelaksana BPBD Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa di Amlapura, Minggu (25/12) mengungkapkan, penanganan terbanyak yang dilakukan pihaknya berada di Kecamatan Bebandem yang mencapai 25 kejadian. Disusul di Kecamatan Manggis, Selat, Rendang, Abang, Karangasem, Sidemen, dan Kecamatan Kubu.
Salah satu penanganan di Kecamatan Bebandem yakni kejadian pohon kelapa yang tumbang dan menimpa areal Pura Dadya Pesendekan di Banjar Dinas Abiantiing Kelod, Desa Jungutan.
“Itu salah satu yang sampai mengakibatkan kerusakan berat. Tumbangnya sebatang pohon menimpa pelinggih Rong Telu, Pepelik dan Pesimpangan Pura Batur di pura dadya tersebut, hingga menimbulkan kerugian sekitar Rp50 juta,” kata Kalaksa Arimbawa. menjelaskan.
Kalaksa tidak merinci jenis kerusakan yang diakibatkan oleh angin kencang di beberapa desa dan kecamatan lain di Kabupaten Karangasem, namun kerugian material yang ditimbulkan diperkirakan mencapai hitungan ratusan juta rupiah. (LE-Ami)







