Sebanyak 102 Kali Diguncang Gempa, 103 Bangunan Alami Kerusakan di Kabupaten Karangasem

Karangasem, LenteraEsai.id – Gempa yang melanda Kabupaten Karangasem, Bali bagian timur, hingga kini masih dirasakan getarannya. Gempa terakhir hingga berita ini ditulis pada Kamis (15/12/2022) pukul 17.46 Wita, menggetarkan Gumi Lahar dengan magnitude 4.0 SR. Sementara posisi pusat gempa masih sama dengan yang kemarin.

Sekretaris BPBD Kabupaten Karangasem, Eka Putra Tirtana, ketika dihubungi usai terjadinya gempa susulan sore itu mengatakan, gempa yang awalnya terjadi pada Selasa sore (13/12/2022), selanjutnya terus terdeteksi muncul, yang hingga kini telah mencapai sebanyak 102 kali getaran.

Bacaan Lainnya

“Jadi sampai Kamis (15/12) sore telah 102 kali terjadi gempa yang berpusat pada kawasan yang sama. Untuk itu, kami minta masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaannya, namun hendaknya tetap tenang,” ujarnya, menyampaikan.

Menurut pihak BMKG, gempa bumi yang pada puncaknya berkekuatan M=5,2 sempat dirasakan hampir di seluruh Provinsi Bali. Pusat gempa berada di Kabupaten Karangasem, Bali, dengan titik koordinat 8.24LS, 115.60BT, yakni 14 km timur laut Karangasem, di kedalaman 10 km.

Meski dikatakan tidak berpotensi tsunami, namun getaran gempa membuat masyarakat yang berada dekat dengan pusat gempa menjadi was-was. Bahkan sejumlah warga mengaku trauma hingga tidak dapat tidur nyenyak, meski tidak sedikit yang telah menggelar kasur di luar rumah atau kamar.

Masalahnya, kata beberapa warga di Desa Baturinggit, Karangasem, guncangan atau getaran gempa masih saja dirasakan hingga Kamis (15/12/2022) sore ini. Baturinggit, termasuk salah satu desa yang tergolong cukup dekat dengan pusat gempa.

Sementara itu, Kalaksa BPBD Kabupaten Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa menyatakan bahwa pihaknya kini tengah merangkum data mengenai dampak yang ditimbulkan akibat gempa yang terjadi secara berturut-turut selama tiga hari ini.

Untuk angka kerusakan, sejauh ini telah terhimpun sebanyak 103 bangunan fisik di Kabupaten Karangasem yang terdampak guncangan gempa. “Total ada 103 kerusakan yang meliputi rumah, pura pribadi, pura umum serta fasilitas umum seperti sekolah dan perkantoran,” katanya.

Mengenai kategori kerusakan, Kalaksa Arimbawa mengungkapkan mulai dari yang rusak ringan sampai sedang, tidak ada kerusakan yang berat. Sementara korban jiwa nihil, namun ada 4 orang yang mengalami luka ringan karena panik saat menyelamatkan diri atau terkena reruntuhan bagian bangunan saat terjadi gempa, ucapnya, menjelaskan. (LE-Ami)

Pos terkait