Munas VI Aptikom di Denpasar: Percepat Tranformasi Digital

Pembukaan Musyawarah Nasional Asosiasi Pendidikan Teknologi Informatika dan Komputer (Aptikom) Indonesia, bertempat di Prime Plaza Sanur, Kamis (8/12/2022)

Denpasar, LenteraEsai.id – Musyawarah Nasional (Munas) VI Asosiasi Pendidikan Teknologi Informatika dan Komputer (Aptikom) Indonesia resmi dibuka, bertempat di Prime Plaza Sanur, Denpasar, Kamis (8/12/2022). Munas ini akan diselenggarakan selama tiga hari, 8-10 Desember 2022 dengan agenda memilih ketua dan pengurus Aptikom.

Munas yang mengambil tema ‘Memberdayakan kecerdasan artificial untuk percepatan tranformasi digital di era revolusi 4.0 menuju masyarakat 5.0’ ini, dihadiri oleh sekurangnya 748 peserta yang terdiri dari insan perguruan tinggi informatika dan komputer dari 34 provinsi di Indonesia.

Bacaan Lainnya

Ketua Panitia Munas VI sekaligus Rektor ITB Stikom Bali, Dadang Hermawan mengatakan, Munas Aptikom merupakan agenda 4 tahunan sekali yang selalu dirangkai dengan Internasional ICIC dan seminar nasional.

“Bersamaan dengan itu ada kegiatan pararel lainnya yakni berbagai klinik yang diisi workshop dan konsultasi mengenai penelitian, akreditasi, incubator bisnis, serta sharing bersama industri atau bisnis dan diselingi dengan tour keliling Bali,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Umum Aptikom, Prof Zainal Arifin, mengatakan bahwa Aptikom akan berusaha memberdayakan kecerdasan artifial intelegen untuk menyongsong era revolusi Industri 4.0 serta menuju masyarakat 5.0

“Dengan sadar kita akan menyikapi kemajuan teknologi 4.0 dan dengan terbuka kita akan menuju masyarakat 5.0, dan tentunya dengan masyarakat yang beragam di mana kita maju bersama dengan kemampuan kecepatan kita masing-masing,” ucapnya.

Menurutnya, percepatan tranformasi digital menjadi sesuatu hal yang penting dilakukan. Hal ini lantaran penggunaan teknologi sudah tidak dapat dihindari dalam kehidupan sehari-hari mulai dari aktivitas pendidikan, berbisnis, dan bekerja.

“Untuk itu Aptikom akan menyongsong dan berusaha ikut menahkodai percepatan tranformasi digital dengan teknologi yang hadir di tengah-tengah kita mulai dari artifisial Intelegen, Internet of Thing sampai Metaverse, Blockchain, dan Robotic,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa teknologi tersebut bisa diberdayakan serta dimanfaatkan dengan optimal tidak hanya untuk literasi digital tetapi juga bertujuan untuk mensejahterakan bangsa Indonesia.

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Bali I Gede Indra Dewa Putra menyebutkan, pemerintah juga harus segera bertransformasi digital sehingga bisa meningkatkan pelayanan publik

Hal ini lantaran masyarakat telah terhubung dengan internet untuk komunikasi, bekerja, belajar, berbelanja dan untuk keperluan kehidupan sehari-hari.

Untuk itulah Pemerintah Provinsi Bali berharap, melalui Munas Aptikom dan pertemuan internasional, perguruan tinggi di Indonesia bisa membantu masyarakat meningkatkan kecerdasan generasi muda dalam mencapai generasi emas, ujarnya.

“Perguruan tinggi yang paling diminati sekarang adalah yang berbasis informasi teknologi. Diharapkan dapat membantu pemerintah daerah memperbaiki kinerja dan sistem pelayanan sesuai tuntutan zaman,” katanya, menambahkan.  (LE-DP)

Pos terkait