Karangasem, LenteraEsai.id – Di luar perkiraan, seorang bayi perempuan sepertinya ingin cepat mengenal terangnya dunia. Betapa tidak, dalam perjalanan menuju ke rumah bersalin bayi memerah tersebut terlahir di dalam mobil.
Bayi terlahir dari rahim ibunya tanpa hambatan yang berarti pada Sabtu (1/10/2022) dini hari. Bayi yang belum diberi nama itu, merupakan anak ke empat dari pasangan suami istri Putu Arya Eka Pranata dan Ny Putri Cahyaningsih, penduduk Banjar Dinas Tengah, Desa Datah, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem.
Dikonfirmasi di kediamannya pada Minggu (2/10/2022), Ny Putri Cahyaningsih mengaku tidak pernah menyangka bahwa dirinya akan melahirkan bayi di dalam mobil. Itu terjadi tiba-tiba saat Ny Putri yang mengalami kontraksi hebat, berangkat bersama suaminya menuju rumah sakit untuk tujuan melakukan persalinan.
Mereka bergegas pergi sehubungan perut dirasakan semakin mules. Ny Putri duduk di kursi depan, di samping kiri suami yang pegang kemudi mobil.
Ny Putri mengungkapkan, pada Jumat (30/9) malam sekitar pukul 23.00 Wita, perut sudah mulai dirasakan mules. “Karena kontraksi beruntun sampai pukul 23.30, kami memutuskan untuk ke pergi dokter sekitar pukul 24.30 Wita. Namun baru masuk ke dalam mobil mau berangkat ke rumah sakit, kontraksi saya rasakan tambah kuat. Tiba-tiba ketuban saya pecah. Karena sudah tidak tahan, akhirnya saya nyeden dan bayi langsung terlahir pada Sabtu (1/10) dini hari,” ujar Ny Putri yang merupakan mantan Ketua KMHDI Karangasem, menjelaskan.
Syukurnya, bayi mungil seberat 3,5 kg yang ‘nongol’ sekitar pukul 01.00 Wita itu, terlahir dengan selamat tanpa mengalami cedera apapun. “Bersyukur selamat, meski saat keluar dari rahim saya, bayi sempat terjatuh ke bawah jok mobil. Untungnya, di lantai mobil ada tatakan kardus, sehingga benturan yang terjadi tidak terlalu keras,” katanya sembari melempar senyum ringan.
Ia menyebutkan, karena bayi sudah terlahir dalam perjalanan, rencana awal untuk ke rumah sakit akhirnya dibatalkan dan memilih untuk datang ke bidan terdekat agar bayi dan ibunya segera mendapat penanganan. “Waktu itu setelah bayi lahir, ari-ari masih di dalam perut. Jadi pas sampai di bidan itu anak saya sudah biru. Jadi bidan langsung memprioritaskan bayi saya dan diberikan sinar karena dikatakan sudah kedinginan. Setelah bayi aman, barulah proses melahirkan ari-ari dilakukan,” katanya.
Ny Putri bercerita, awalnya dokter memprediksi bahwa bayinya akan lahir sekitar tanggal 29 September 2022. Namun ternyata, prediksi tersebut sedikit meleset, ia baru merasakan kontraksi pada 30 September 2022 menjelang tengah malam, hingga kemudian bayi terlahir pada 1 Oktober 2022. (LE-Ami)







