Karangasem, LenteraEsai.id – Kebakaran lahan kembali terjadi di wilayah Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem. Kali ini, Rabu (21/9/2022) sore si jago merah mengamuk di atas lahan seluas 2 hektar di Banjar Dinas Penginyahan, Desa Tianyar Tengah.
Pada lahan milik perseorangan yang tidak jauh dari pemukiman penduduk itu, api berkobar dengan mengepulkan asap membububung tinggi ke angkasa hingga dikhawatirkan lidah api terus merembet ke rumah tinggal milik warga.
Pihak Damkartan Karangasem yang menerima laporan tentang adanya kejadian itu, langsung meluncur ke lokasi dengan mengerahkan 3 unit mobil pemadam. “Ada 11 orang yang kami berangkatkan ke lokasi,” kata Kadis Damkartan Karangasem, I Nyoman Siki Ngurah ketika dikonfirmasi malam harinya.
Kobaran api cukup besar terlihat melalap seluruh tanaman di lahan tersebut, termasuk tumbuhan ilalang yang telah mengiring akibat musim panas yang berlangsung cukup lama. Ilalang biasanya dipakai atap rumah menyerupai rumbia oleh masyarakat setempat.
Melihat libah api yang terus bergerak liar dan senatiasa ganas akibat munculnya hembusan angin yang cukup kencang, petugas Damkartan tampak mengambil langkah mensterilkan kawasan sisi-sisi lahan yang terbakar dari benda-benda yang mudah disambar si jago merah.
“Kami sudah singgkirkan beberapa jenis material yang mudah terbakar, dengan harapan lidah api tidak sampai menjalar ke pemukiman warga, terlebih pada jarak sekitar 50 meter dari lokasi kejadian, juga terdapat bangunan pura,” ujar Kadis Damkartan.
Dikatakan, api yang mulai berkobar pada pukul 15.20 Wita, sampai malam hari ini belum berhasail dipadamkan secara total, sehingga petugas masih harus bekutat dan standby penuh di lokasi. “Masih terlihat ada bara api, jadi kami standbay-kan petugas di sini untuk mengantisipasi adanya kebakaran susulan, karena jarak pos kami dengan lokasi lumayan jauh,” ujar Siki Ngurah.
Sekadar informasi, lahan tersebut merupakan areal yang dikontrak salah seorang warga berprofesi sebagai petani, di mana ia mengontrak lahan seharga Rp500 ribu per bulan. Isi lahan tersebut sebagian besar ilalang, rumput dan berbagai tanaman lain yang dimanfaatkan untuk pakan ternak sapi oleh yang mengontraknya.
“Saya masih di lokasi bersama Kelian Banjar Dinas Penginyahan, Bapak Ketut Sudarmawan. Saya juga mendapat info dari warga, yang mengeluh karena akibat kebakaran ini, rumput-rumput tersebut habis terbakar. Akibatnya, yang ngontrak lahan itu kehilangan sumber pakan bagi ternak piaraannya,” katanya.
Tergolong mujur, musibah yang memberangus sedikitnya dua hektar lahan tersebut tidak sampai menelan korban jiwa dan luka-luka, sementara kobaran api pada sekitar pukul 20.00 Wita sudah sebagian besar tertangani dengan menyemprokan air sebanyak kurang lebih 26.000 liter, ucapnya. (LE-Ami)







