Karangasem, LenteraEsai.id – Harga kebutuhan pokok di pasaran belakangan ini terjadi peningkatan. Setelah harga cabai dan minyak goreng yang meroket dan cukup memusingkan kaum ibu rumah tangga, kini menyusul naiknya harga telur di sejumlah pasar Kabupaten Karangasem, Bali.
Di Pasar Timur Amlapura Timur, misalnya, salah seorang pedagang menuturkan, beberapa hari terakhir ini harga telur ayam merangkak naik, di mana untuk harga telor ayam berukuran cukup besar kini mencapai Rp56.000 per trainya. Harga ini melampaui harga daging ayam yang perkilogramnya masih pada kisaran Rp45.000.
Harga telur meningkat dari yang awalnya Rp48.000-Rp50.000 per trai, menanjak menjadi Rp56.000 per trainya. Sedangkan untuk telur ayam super dari awalnya Rp58.000 per trai kini naik meniadi Rp60.000 per trai. Untuk diketahui, satu trai telur berisi sebanyak 30 butir.
Kenaikan harga tersebut tentu berdampak, utamanya bagi pedagang eceran. “Penjualan jadi menurun. Sebelumnya, dalam sehari biasanya habis hingga 20 trai telor, sekarang paling banyak terjual hanya 5 trai,” ujar Suryani, salah seorang pedagang telur di Pasar Timur.
Kepala Diskoperindag Karangasem, I Made Loka Santika, ketika dihubungi mengatakan jika kondisi tersebut kemungkinan terjadi karena dampak dari naiknya harga pakan ternak, sehingga pada akhirnya berimbas pada naiknya harga penjualan telur.
“Mungkin karena harga pakan naik. Biasanya BEP naik berimbas ke harga penjualan. Tapi berdasarkan laporan staf saya, sejauh ini kenaikan harga yang terjadi masih sebatas normal,” ujar Loka Santika, menjelaskan. (LE-Ami)







